TIMIKA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika kejar penyelesaian pengaspalan Jalan Hasanuddin menjelang akhir 2026. Proyek ini diharapkan segera tuntas agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih layak.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, mengatakan Jalan Hasanuddin menjadi prioritas pengerjaan jalan dalam kota dengan target penyelesaian akhir November 2026.
Di tengah percepatan tersebut, PUPR mencatat realisasi fisik seluruh proyek pembangunan telah mencapai 69 persen. Sementara progres khusus pembangunan jalan masih berada di angka 60 persen.
Namun, percepatan pekerjaan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ketersediaan material menjadi salah satu hambatan, terutama kosongnya stok semen Tonasa yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan lingkungan.
Untuk itu, Penyedia jasa kini berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk mengkaji penggunaan semen alternatif. Penggantian material tersebut harus melalui analisis teknis agar tidak mengurangi mutu dan kekuatan konstruksi.
Di sisi lain, persoalan debu selama pengerjaan jalan juga menjadi perhatian. PUPR mengakui aktivitas pembangunan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan telah meminta kontraktor rutin melakukan penyiraman jalan.
“Kami memahami adanya keluhan masyarakat terkait debu akibat pekerjaan jalan. Karena itu, penyedia terus kami ingatkan agar rutin melakukan penyiraman sehingga aktivitas pembangunan tidak terlalu mengganggu masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai.
Innosensius menegaskan, percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun harus memenuhi standar teknis dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan target Jalan Hasanuddin rampung pada akhir November, tantangan PUPR Mimika kini bukan sekadar mengejar progres fisik, tetapi memastikan pekerjaan selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas maupun kenyamanan warga.
“Pembangunan yang kita laksanakan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Cr2)







