PANIAI – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali melakukan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS kepada jemaat Gereja KINGMI Yerusalem Yimouto, Jalan Tuan Pos Iyaitaka, Distrik Wegemuka, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026) kemarin.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman jemaat mengenai HIV-AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, gejala, dampak terhadap kesehatan, hingga langkah-langkah pencegahan dan perawatan bagi orang dengan HIV (ODHIV).
Sosialisasi tersebut menjadi ruang edukasi kesehatan bagi jemaat agar dapat memahami informasi yang benar tentang HIV-AIDS serta turut berperan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan dan menghilangkan stigma terhadap ODHIV.
Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengurus Harian (BPH) Jemaat Yerusalem Yimouto yang telah mengundang KPA untuk memberikan edukasi tentang pencegahan HIV-AIDS.
Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPA Kabupaten Paniai untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk jemaat gereja, melalui edukasi kesehatan yang mudah dipahami.
“Kegiatan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS ini sudah kami lakukan di beberapa gereja, baik Katolik maupun Kristen. Mungkin di sini sudah belasan kali kegiatan seperti ini kami lakukan. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat Yerusalem Yimouto yang telah mengundang kami untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS di tempat ini,” ujar Sepanya Yogi di hadapan ratusan jemaat.
Ia berharap keterlibatan gereja dapat memperkuat penyebaran informasi yang benar mengenai HIV-AIDS, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pencegahan, serta memberikan dukungan kepada orang yang hidup dengan HIV.
Dalam kegiatan tersebut, Yosua Yogi, S.Kep., Ners, bertindak sebagai pemateri dan menyampaikan materi mengenai HIV-AIDS kepada jemaat Gereja KINGMI Yerusalem Yimouto.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan HIV dan AIDS, sejarah perkembangan HIV-AIDS, gejala yang dapat muncul, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dan perawatan medis.
HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sementara itu, AIDS merupakan tahap lanjut infeksi HIV ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan berat dan dapat menimbulkan berbagai penyakit.
Pemateri juga menjelaskan bahwa HIV dapat menular melalui hubungan seksual yang berisiko tanpa perlindungan, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui apabila tidak ada upaya pencegahan yang sesuai.
HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, atau berinteraksi sehari-hari dengan orang yang hidup dengan HIV. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak memiliki ketakutan yang keliru dan tidak melakukan diskriminasi.
Dari sisi pencegahan, masyarakat didorong untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar, menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, melakukan pemeriksaan HIV sesuai kebutuhan, serta mengakses layanan kesehatan yang tersedia.
Terkait perawatan, orang yang terdiagnosis HIV dapat memperoleh terapi antiretroviral (ARV) melalui layanan kesehatan. Pengobatan yang dijalani secara teratur sesuai arahan tenaga medis membantu menekan jumlah virus, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan memungkinkan orang dengan HIV menjalani kehidupan yang sehat.
Melalui materi tersebut, jemaat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan HIV-AIDS dengan menerapkan perilaku sehat, menyebarkan informasi yang benar, dan mendukung orang yang membutuhkan layanan kesehatan.
Pada akhir kegiatan, Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, menyerahkan bantuan berupa sumbangan sukarela kepada BPH Jemaat Yerusalem Yimouto sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap pelayanan gereja.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran KPA Kabupaten Paniai, pemateri, pengurus gereja, dan jemaat yang mengikuti sosialisasi. (Cr1)








