Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

Etty Welerbadge-check


					Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak Perbesar

TIMIKA  – Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting dengan menerapkan pola pendampingan satu orang tua asuh untuk satu anak stunting.

Program ini akan diawali di Distrik Mimika Timur dengan menyasar 48 anak yang telah terdata sebagai sasaran pendampingan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, yang disampaikan melalui Sekretaris, Sarah Lisa Rombe Payung, mengatakan pencanangan program tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-76 tahun di Kampung Mapurujaya, Sabtu (24/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IDI Wilayah Papua dan IDI Timika yang telah melibatkan TP-PKK Kabupaten Mimika dan distrik dalam kegiatan bakto sosial tersebut.

Menurutnya, gerakan ini merupakan bentuk dukungan TP-PKK terhadap upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Kabupaten Mimika.

“Pola program ini satu orang tua asuh untuk satu anak stunting. Tadi disampaikan ada 48 anak stunting di Distrik Mimika Timur, sehingga kami akan mengupayakan satu orang tua asuh bagi setiap anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut akan dijalankan melalui Pokja IV TP-PKK Kabupaten Mimika dengan pendampingan IDI Timika. Gerakan ini juga mengusung semangat “Telurku Ada Dua” yang diawali dengan pemberian telur kepada masyarakat yang hadir, terutama anak-anak yang telah terdata mengalami stunting.

Sarah berharap, melalui evaluasi dalam tiga hingga enam bulan ke depan, program ini dapat menunjukkan perkembangan positif dalam upaya penanganan stunting.

“Kami berharap setelah evaluasi tiga atau enam bulan, angka stunting dari 48 anak ini sudah berkurang. Kami awali dari Distrik Mimika Timur, kemudian berlanjut ke distrik-distrik lainnya,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat, organisasi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. Sarah menyebut, gerakan ini bukan sekadar memberikan bantuan bahan makanan, tetapi juga wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Mimika.

“Karena sesungguhnya investasi terbaik bagi masa depan Mimika adalah investasi pada kesehatan dan kualitas generasi mudanya. Saya percaya dengan semangat kebersamaan, kita mampu mewujudkan cita-cita tersebut,” harapnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi

26 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261026 WA0066

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022
Trending di Headline