TIMIKA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Timika mengimbau masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kapal laut pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) agar memesan tiket sejak jauh-jauh hari.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi di Pelabuhan Pomako.
Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu hingga mendekati hari keberangkatan untuk mendapatkan tiket.
Menurutnya, tiket PELNI saat ini sudah dapat dipesan hingga 60 hari sebelum jadwal keberangkatan. Dengan melakukan pemesanan lebih awal, calon penumpang dapat memastikan ketersediaan tiket sekaligus menghindari kepadatan di pelabuhan saat musim liburan.
“Kita imbau masyarakat jangan mau berangkat baru membeli tiket di dermaga. Sekarang sudah bisa dipesan jauh-jauh hari,” ujar Sigit saat konferensi pers, Rabu (30/9/2026).
PELNI memperkirakan jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Pomako pada periode puncak Nataru dapat mencapai sekitar 3.000 orang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan apabila masyarakat melakukan pembelian tiket secara bersamaan menjelang keberangkatan.
Sigit juga menjelaskan bahwa Timika merupakan pelabuhan antara. Kapal yang tiba di Pomako tidak hanya membawa penumpang dari Timika, tetapi juga telah mengangkut penumpang dari daerah sebelumnya, seperti Merauke, sebelum melanjutkan perjalanan menuju sejumlah wilayah di Maluku.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan kursi bagi calon penumpang dari Timika perlu diperhitungkan sejak awal.
Selain membeli tiket lebih awal, calon penumpang juga dapat memanfaatkan layanan boarding dan check-in secara online, sehingga tidak perlu mengantre terlalu lama di pelabuhan.
PELNI mengingatkan masyarakat agar melakukan transaksi hanya melalui kanal resmi, yakni PELNI Mobile, website resmi PELNI, dan mitra penjualan resmi.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan PELNI. Sigit menegaskan bahwa perusahaan tidak menjual tiket melalui akun media sosial.
“Boarding dan check-in juga bisa dilakukan secara online sehingga penumpang tidak perlu antre. PELNI tidak menjual tiket melalui akun media sosial,” pungkasnya.
Selain itu, Pelni juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika berupa penambahan kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sigit Sujatmoko, mengatakan permintaan tersebut merupakan bagian dari mitigasi terhadap kejadian lonjakan penumpang yang terjadi pada Desember 2025 lalu. (Cr2)







