Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

Dinkes Mimika Temukan 199 Kasus HIV/AIDS, Usia 15–34 Tahun Paling Banyak

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Temukan 199 Kasus HIV/AIDS, Usia 15–34 Tahun Paling Banyak Perbesar

TIMIKA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menemukan 199 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga Juni 2026. Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan terhadap 33.431 orang di berbagai wilayah Mimika.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan dari 199 kasus yang ditemukan, sebanyak 96 orang terdiagnosis HIV dan 103 orang telah masuk kategori AIDS.

Jumlah tersebut masih berdasarkan pemeriksaan hingga pertengahan 2026. Sementara itu, target pemeriksaan HIV/AIDS sepanjang tahun ini mencapai 39.944 orang.

Berdasarkan kelompok usia, kasus paling banyak ditemukan pada rentang 15–34 tahun dengan jumlah 134 pasien. Namun, Dinkes Mimika belum memiliki data lebih rinci terkait latar belakang pasien dalam kelompok usia tersebut.

Kamaludin menyebut, penularan HIV/AIDS masih banyak berkaitan dengan aktivitas seksual berisiko.

“Penularannya macam-macam. Ada pelanggan, hubungan seksual, pekerja. Sebagian besar dari hubungan seksual yang berisiko,” kata Kamaludin.

Untuk menekan risiko penularan, Dinkes Mimika memperluas pemeriksaan tidak hanya kepada kelompok berisiko, tetapi juga masyarakat umum. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus sehingga penanganan dapat segera diberikan.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui puskesmas dengan memberikan edukasi mengenai HIV, mulai dari pola penularan hingga langkah pencegahannya.

Selain edukasi, Dinkes menyediakan kondom dan PrEP (pre-exposure prophylaxis) atau obat pencegahan HIV bagi kelompok yang memenuhi kriteria.

Pemeriksaan rutin juga dilakukan dengan menjangkau kelompok yang memiliki risiko penularan lebih tinggi, termasuk pekerja seks komersial, pelanggan, hingga pasangan pelanggan.

“Selain pelaku seks komersial, yang berisiko juga pelanggannya, terus pasangan pelanggannya. Jadi pemeriksaan rutin dilakukan. Misalnya di lokalisasi dilakukan Puskesmas Wania. Kemudian bar, timung, kami juga menjangkau mereka,” ujarnya.

Dinkes Mimika berharap perluasan pemeriksaan, edukasi, penggunaan alat pencegahan, serta pemanfaatan PrEP dapat mempercepat deteksi HIV sekaligus menekan risiko penularan di masyarakat. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline