TIMIKA — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika tengah menyelidiki kasus meninggalnya seorang pria berinisial M.E.Y.K. yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan anak panah wayer masih tertancap di bagian dada.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIT di kawasan Jalan Petrosea, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Putut Yudha Pratama, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti meninggalnya korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban diketahui berada di rumah. Sekitar pukul 18.30 WIT, korban meminta izin untuk keluar dengan alasan hendak mengantar pacarnya ke kawasan Nawaripi, Timika.
Sebelum berangkat, korban sempat meminta uang kepada keluarganya untuk keperluan jajan. Salah seorang anggota keluarga berinisial JK kemudian diminta menemani korban menuju ATM untuk mengambil uang.
Setelah selesai mengambil uang, JK kembali ke rumah. Sementara korban tidak ikut pulang dan diketahui masih berada di luar.
Sekitar pukul 00.00 WIT, keluarga sempat memeriksa kamar korban. Namun, korban tidak ditemukan. Karena belum mengetahui keberadaan korban, keluarga kemudian kembali beristirahat.
Sekitar pukul 04.00 WIT, keluarga dikejutkan dengan kedatangan sekitar tiga anggota kepolisian bersama pihak keluarga lainnya menggunakan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna silver.
Petugas kemudian memberitahukan kepada keluarga bahwa korban telah berada di rumah sakit. Keluarga bersama anggota kepolisian selanjutnya menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.
Setibanya di rumah sakit, keluarga memastikan bahwa orang yang berada di sana merupakan M.E.Y.K. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh ditutupi kain putih.
Keluarga juga melihat adanya anak panah wayer yang masih tertancap di bagian dada korban.
Selain luka pada bagian dada, korban juga ditemukan mengalami sejumlah luka lainnya, yakni luka lecet di bagian kanan kepala, luka pada kedua jari kaki, serta luka lecet pada bagian punggung tangan sebelah kanan.
Menurut AKP Putut Yudha Pratama, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menelusuri rangkaian aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, motif di balik kejadian tersebut, serta mengungkap pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan peristiwa. Hingga kini, kasus meninggalnya M.E.Y.K. masih dalam penanganan Sat Reskrim Polres Mimika. (IT)







