TIMIKA — Kepungan asap tebal yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, dalam hal ini Wakil Ketua Komisi II DPRK, Mariunus Tandiseno. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi, terutama untuk melindungi masyarakat dari potensi gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang menurun.
Mariunus Tandiseno meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah cepat dengan memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi udara dipenuhi asap.
Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada anak-anak sekolah yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan maupun berada di lingkungan sekolah.
Selain menyampaikan edukasi, Dinkes diharapkan dapat melakukan pembagian masker, terutama kepada pelajar dan kelompok masyarakat yang rentan terdampak paparan asap.
Dewan menilai langkah pencegahan penting dilakukan sejak dini agar kondisi asap tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Distribusi masker harus diprioritaskan kepada siswa-siswi di semua jenjang pendidikan demi melindungi kesehatan mereka selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kalau pemerintah bisa bagi-bagi masker, kenapa tidak? Ini bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para siswa,” kata Mariunus kepada Wartawan di Kantor DPRK Mimika, Senin (28/9/2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap pekat yang menyelimuti Mimika selama dua hari terakhir diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Merauke, Papua Selatan. Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin dari arah Australia yang membawa partikel asap hingga ke Mimika, Papua Tengah.
Dampak dari kabut asap ini tidak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga mengganggu sektor transportasi udara. Sejumlah penerbangan dengan tujuan Mimika dilaporkan mengalami penundaan (delay) hingga pengalihan pendaratan (divert).
DPRK Mimika berharap pemerintah daerah melalui Dinkes dapat berkoordinasi dengan sekolah-sekolah dan instansi terkait untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak tetap terpantau selama kabut asap masih terjadi. (Red)






