TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong generasi muda menjadi penggerak budaya membaca di tengah pesatnya arus informasi digital. Upaya itu dilakukan melalui Pelatihan Pustakawan Muda/Lapak Baca Tahun 2026 yang melibatkan 25 peserta dari berbagai komunitas dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika tersebut berlangsung di Hotel Kangguru, Senin (28/9/2026). Peserta berasal dari sejumlah unsur, di antaranya organisasi gereja, masjid, sekolah, hingga komunitas masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari upaya koordinasi dan sinkronisasi pengembangan kepemimpinan pemuda tingkat kabupaten/kota, khususnya melalui penguatan kegiatan literasi serta pengelolaan perpustakaan mini dan lapak baca.
Sekretaris Dispora Mimika, Alberthin Timang, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran pemuda sebagai pelopor budaya membaca di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, menurunnya kebiasaan membaca menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Kemudahan teknologi membuat masyarakat semakin terbiasa memperoleh informasi secara cepat melalui internet dibandingkan membaca buku dan bahan bacaan lainnya.
“Kita berharap pemuda tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pelopor yang mengajak masyarakat kembali menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Alberthin.
Ia menjelaskan, keterlibatan generasi muda dipandang penting karena mereka memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kegiatan literasi melalui lingkungan pergaulan, keluarga, sekolah, maupun komunitas.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai literasi membaca serta strategi mendorong budaya membaca di lingkungan keluarga, pertemanan, komunitas, dan masyarakat.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemuda bukan sekadar generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan yang dapat berkontribusi sejak saat ini.
Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang, kesempatan, dan pembinaan agar generasi muda berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, berpengetahuan, terampil, kreatif, serta memiliki kemampuan kepemimpinan.
“Jadilah pelopor dan penggerak literasi di Kabupaten Mimika,” pesan Fransiskus kepada para peserta.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan melalui pengelolaan perpustakaan mini maupun lapak baca secara kreatif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Fransiskus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas pemuda, komunitas literasi, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lainnya dalam membangun budaya literasi di Mimika.
“Dari ruang-ruang kecil seperti lapak baca, kita dapat menumbuhkan generasi yang memiliki wawasan luas dan siap mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Mimika,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembangunan kepemudaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya melalui keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter, wawasan, kepedulian sosial, dan semangat berkontribusi bagi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Perpustakaan Nasional bersama Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mimika turut memberikan materi mengenai berbagai jenis bacaan yang menarik serta bahan bacaan yang sesuai bagi anak-anak. (Cr2)







