NABIRE – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Tengah, Diben Elaby, kembali menerima aspirasi masyarakat terkait insiden penembakan yang melibatkan aparat dan masyarakat di Kabupaten Dogiyai.
Momen tersebut terekam dalam video yang beredar di TikTok @dibenelabyofficial, di mana perwakilan masyarakat menyerahkan dokumen aspirasi dalam map merah kepada anggota dewan di depan Kantor DPRP Papua Tengah, Senin. 38/09/26
Dalam video berdurasi 3 menit tersebut, terlihat Wakil Ketua II DPRP Papua Tengah mengenakan kemeja biru sedang mendengarkan dan merespons penyampaian aspirasi dari perwakilan pemuda dan mahasiswa asal Dogiyai. Massa aksi terlihat menyampaikan aspirasi secara damai dengan pengawalan.
Teks dalam video tertulis: Kembali kami menerima Aspirasi terkait Penembakan Aparat dan Masyarakat di Dogiyai.
Aksi ini merupakan buntut dari rentetan insiden di Dogiyai pada Maret hingga awal April 2026. Diketahui, situasi keamanan di Dogiyai sempat memanas pasca ditemukannya anggota Polres Dogiyai, Bripda Juventus Edowai, yang meninggal dunia pada 31 Maret 2026, yang kemudian disusul dengan insiden penembakan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil.
Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua dan sejumlah organisasi masyarakat sipil sebelumnya juga mendesak dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) independen yang melibatkan DPRD, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk mengungkap kasus ini secara objektif dan transparan.
Perwakilan DPRP Papua Tengah dalam video tersebut menyampaikan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang ada dan meminta masyarakat tetap menjaga situasi tetap kondusif, serta tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar.
Hingga berita ini diturunkan, proses audiensi lanjutan antara masyarakat, TNI-Polri, dan pemerintah daerah masih terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik dan penegakan keadilan bagi semua pihak. (Red)







