TIMIKA — Trifena M. Tinal, BSc, resmi memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Mimika setelah ditetapkan sebagai Ketua Definitif periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Mimika di Hotel Cartenz, Sabtu (19/9/2026).
Penetapan Trifena menandai berakhirnya masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) sekaligus menjadi babak baru bagi Partai Golkar Mimika dalam memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat distrik dan akar rumput.
Trifena menjadi satu-satunya calon yang mendaftarkan diri dalam proses penjaringan yang dibuka panitia pada Jumat (18/9/2026). Setelah melalui tahapan verifikasi, ia dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dan kemudian ditetapkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Mimika.

Musda V turut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua DPRK Mimika beserta sejumlah anggota DPRK dari Partai Golkar, pimpinan dan perwakilan partai politik, KPU, Panwaslu, Kepala Kesbangpol, serta perwakilan 18 Komisariat Distrik (Komdis).
Ketua Panitia Penyelenggara Musda V Partai Golkar Mimika, Iwan Anwar, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Juni 2026. Namun, pelaksanaan Musda sempat mengalami beberapa kali penundaan karena harus menyesuaikan dengan agenda lainnya.
Menurut Iwan, seluruh tahapan Musda telah disiapkan dan melibatkan 18 Komdis. Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas serta menggerakkan seluruh struktur Partai Golkar di Kabupaten Mimika.
Sementara itu, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Mimika, Zakius Degei, menjelaskan Musda V dilaksanakan berdasarkan surat perintah DPD Partai Golkar Provinsi Papua Tengah dengan berpedoman pada Juklak Nomor 02 Tahun 2025.
Ia menyebut seluruh tahapan telah berjalan sesuai ketentuan hingga akhirnya Trifena ditetapkan sebagai calon tunggal dan Ketua Definitif DPD II Partai Golkar Mimika.
Zakius juga menyampaikan pesan kepada ketua terpilih agar membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendukung pembangunan daerah.
“Terima kasih Ibu Trifena yang bersedia menjadi Ketua Golkar Kabupaten Mimika. Pesan saya, Ibu Ketua terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam bersama-sama membangun Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Zakius berharap kepengurusan baru dapat memperkuat konsolidasi internal, mempertahankan perolehan kursi Partai Golkar pada pemilu mendatang, serta memperluas basis organisasi hingga ke tingkat bawah.
Pesan serupa disampaikan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Tengah, Willem Wandik. Menurutnya, Musda tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan menyusun arah perjuangan partai ke depan.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga persatuan kader, memperkuat solidaritas internal, serta menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas.
Rettob Tekankan Politik Harus Perkuat Persaudaraan
Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka Musda V mengingatkan seluruh kekuatan politik di Kabupaten Mimika agar menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan sumber perpecahan.
Menurut Rettob, perbedaan pilihan, pandangan politik maupun latar belakang seharusnya dapat menjadi ruang untuk memperkaya gagasan dan memperkuat pembangunan daerah.
“Perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, perbedaan politik dan latar belakang politik hendaknya tidak menjadi alat untuk memecah persaudaraan kita. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus dapat menjadi kekuatan kita semua untuk memperkaya gagasan dan memperkuat pembangunan di daerah ini,” kata Rettob.
Ia juga berharap kepengurusan baru Partai Golkar dapat meningkatkan kualitas kader dan melahirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mimika.
John Rettob menilai partai politik memiliki posisi penting bukan hanya dalam proses demokrasi, tetapi juga dalam memberikan pendidikan politik, membangun kesadaran berdemokrasi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
“Mari bersinergi dan bersama-sama bekerja dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika lima tahun mendatang,” ujarnya.
Setelah pembukaan, Musda dilanjutkan melalui rapat paripurna dan sidang komisi. Forum tersebut membahas tata tertib, jadwal persidangan, laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, pembentukan komisi, program kerja, rekomendasi organisasi, hingga proses pencalonan dan penetapan ketua. Setelah seluruh tahapan diselesaikan, Trifena M. Tinal secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Definitif DPD II Partai Golkar Kabupaten Mimika periode 2026–2031.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan bendera pataka Partai Golkar dari Ketua Musda, Iwan Anwar, kepada Trifena. Dalam forum yang sama, Trifena juga ditetapkan sebagai formatur untuk menyusun kepengurusan DPD II Partai Golkar Mimika periode 2026–2031.
Usai menerima mandat tersebut, Trifena mengajak seluruh kader dan pengurus untuk meninggalkan perbedaan internal dan kembali bekerja memperkuat organisasi.
Ia menekankan bahwa membesarkan partai tidak cukup hanya dengan kekuatan politik, tetapi membutuhkan kerja nyata, soliditas kader, serta kemampuan merangkul masyarakat.
“Yang saya harapkan dari Komdis, kita pulang dan terus bekerja bersama-sama untuk Golkar, menjadikan Golkar semakin kuat di Mimika,” pungkasnya. (Cr2)







