Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Dinkes Mimika Mendekatkan Diagnosis TB ke Warga Pesisir dan Pedalaman Mimika

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Mendekatkan Diagnosis TB ke Warga Pesisir dan Pedalaman Mimika Perbesar

TIMIKA – Perluasan fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) menjadi salah satu langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk memperkecil kesenjangan akses diagnosis tuberkulosis (TB) antara wilayah perkotaan, pesisir, dan pedalaman.

Pada 2026, Dinkes Mimika menyiapkan pengadaan empat alat TCM untuk sejumlah puskesmas di wilayah pesisir. Setelah wilayah perkotaan dinilai telah memiliki fasilitas tersebut, pengembangan layanan selanjutnya diarahkan ke kawasan yang secara geografis lebih jauh dari pusat kota.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan pengadaan empat TCM tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pemeriksaan TB.

“Tahun ini kita ada pengadaan empat alat TCM untuk puskesmas di wilayah pesisir,” kata Godfried saat diwawancarai di Hotel Horison Ultima.

Menurut Godfried, keberadaan TCM di puskesmas akan membantu petugas melakukan penjaringan, pemeriksaan hingga diagnosis masyarakat yang terindikasi TB.

Persoalannya, perluasan alat pemeriksaan juga perlu diikuti kesiapan layanan di tingkat puskesmas. Ketersediaan tenaga kesehatan, kemampuan mengoperasikan alat, kesinambungan reagen, serta mekanisme tindak lanjut pasien menjadi bagian yang menentukan apakah fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Setelah pesisir, kawasan pedalaman menjadi tantangan berikutnya. Kondisi geografis Mimika membuat pemerataan layanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan dan pasien yang telah terdiagnosis memperoleh pengobatan secara berkelanjutan.

Di sisi pengobatan, Dinkes Mimika menyatakan stok obat anti tuberkulosis (OAT) saat ini dalam kondisi aman. Namun, masyarakat tetap diminta tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala atau masuk dalam kategori terduga TB. Pemeriksaan sedini mungkin diperlukan agar pasien yang terdiagnosis dapat segera memperoleh penanganan.

“Ketika ada yang terduga secepatnya memeriksakan diri ke puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama,” tuturnya.

Perluasan TCM ke pesisir dengan demikian menjadi tahap berikutnya dalam penguatan layanan TB di Mimika. Tantangan selanjutnya adalah memastikan masyarakat di wilayah yang lebih jauh, termasuk pedalaman, juga memperoleh akses diagnosis dan pengobatan yang tidak kalah cepat. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

300 Ekor Babi Disalurkan, Dinas Pertanian Deiyai Dorong Masyarakat Bangun Peternakan Mandiri

19 September 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260919 WA0006

Trifena Tinal Resmi Pimpin Golkar Mimika, Konsolidasi Organisasi Jadi Tantangan Baru

19 September 2026 - 15:46 WIB

IMG 20260919 WA0011

10 Unit Rumah di Yang Murni Dipersoalkan, Pemuda Kamoro Minta Dinas Perumahan dan Distrik Wania Klarifikasi

19 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260918 WA0049

Ketua LIRA Nabire Apresiasi Bupati Mesak Magai Selesaikan Polemik Pembangunan Lewat Dialog

19 September 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260919 WA0003

BULD DPD RI Soroti Regulasi Pendidikan Bali, Dorong Kebijakan Lebih Adaptif

19 September 2026 - 09:39 WIB

IMG 20260918 WA0107
Trending di Headline