DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian terus memperluas program pengembangan peternakan masyarakat. Sebanyak 300 ekor babi kembali disalurkan kepada kelompok masyarakat di Distrik Tigi dan Distrik Kapiraya.

Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari program pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat mengembangkan ternak sebagai salah satu sumber ekonomi keluarga.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd., mengatakan penerima bantuan merupakan kelompok masyarakat yang telah dibentuk dan didata oleh Dinas Pertanian.
Ia menyebutkan, bantuan telah menjangkau masyarakat di Distrik Tigi Barat, Tigi Timur, Tigi dan Kapiraya. Sementara masyarakat di Distrik Bouwobado dijadwalkan menerima bantuan pada pekan berikutnya.
“Yang belum adalah Distrik Bouwobado. Direncanakan minggu depan akan dilakukan penyaluran,” ujar Aleks.
Menurutnya, bantuan ternak babi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi modal awal untuk membangun usaha peternakan yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Karena itu, Aleks meminta masyarakat penerima menjaga ternak dengan baik dan tidak menyerahkan pemeliharaannya kepada pihak lain.
“Bantuan ini harus dipelihara sendiri. Jangan dititipkan kepada orang lain dan jangan dimasak ketika masih kecil. Pelihara supaya nantinya masyarakat mempunyai penghasilan,” tegasnya.
Perhatikan Pakan dan Perawatan
Aleks juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan pola pemberian pakan. Menurutnya, pertumbuhan babi dapat lebih cepat apabila kebutuhan nutrisi ternak diperhatikan dengan baik.
Masyarakat dapat memanfaatkan pakan alami seperti sayuran dan umbi-umbian. Namun, Dinas Pertanian juga menganjurkan penggunaan pakan konsentrat yang tersedia di Waghete.
“Pakan biasanya dijual di Waghete dan bisa dicampur dengan air. Pertumbuhannya lebih cepat, sedangkan kalau hanya makanan alami pertumbuhannya lebih lama,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat tidak melihat bantuan tersebut sebagai pemberian yang hanya digunakan dalam waktu singkat. Sebaliknya, ternak diharapkan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya bertambah dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Dorong Kegiatan Produktif
Selain peternakan, Aleks mengajak masyarakat terus mengembangkan kegiatan produktif lainnya, terutama pertanian dan perkebunan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan dan bantuan pemerintah secara baik dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.
“Kalau sibuk dengan kegiatan pertanian dan perkebunan, ada hasil untuk keluarga. Karena itu, mari kita manfaatkan bantuan ini dengan baik,” katanya.
Pemkab Deiyai berharap program bantuan ternak babi dapat mendorong perubahan dari pola penerima bantuan menjadi masyarakat yang mampu mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.
Dengan pemeliharaan yang baik, ternak bantuan diharapkan berkembang menjadi aset produktif masyarakat sekaligus mendukung peningkatan ekonomi keluarga di Kabupaten Deiyai. (SK)







