NABIRE — Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) Jakarta akan menggelar Kebaktian Pembaruan Iman Nasional bersama Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong di Lapangan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bertobatlah dan Hidup Suci” dan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIT hingga selesai.
Perwakilan STEMI Jakarta, Penatua dr. Suprijadi Handoko, menjelaskan bahwa tim STEMI saat ini tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Persiapan mencakup pembangunan panggung, komunikasi dengan gereja-gereja dan organisasi gereja, pemerintah, sekolah, hingga penyebaran brosur, poster, dan selebaran di berbagai wilayah Nabire.
“Selain ada respons dari individu gereja, ada Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah atau PGGPT, beberapa organisasi gereja, pemerintah serta anak-anak sekolah,” jelas Suprijadi kepada wartawan di Nabire pada , sabtu malam, (20/9/2026)
Ia mengatakan, kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 5.000 peserta yang akan memenuhi Lapangan Bandara Lama Nabire untuk mengikuti pujian dan mendengarkan penyampaian firman Tuhan oleh Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong.
Sementara itu, Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah (PGGPT), melalui Pdt. Didi Naya, M.Th., menyampaikan imbauan kepada seluruh warga jemaat di Papua Tengah, khususnya Nabire, dari berbagai denominasi gereja yang bernaung di bawah PGGPT agar menghadiri kegiatan tersebut.
“Mewakili seluruh pengurus Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah, kami menyampaikan imbauan kepada seluruh warga jemaat se-Papua Tengah, lebih khususnya Nabire, berbagai denominasi yang bernaung di bawah Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah untuk dapat hadir dalam ibadah pembaruan iman nasional yang diselenggarakan oleh STEMI Jakarta dengan pembicara utama Pdt. Dr. Stephen Tong pada tanggal 22 September 2026 bertempat di Lapangan Bandara Lama Nabire,” ujar Didi.
Menurutnya, kegiatan tersebut penting bagi masyarakat Papua Tengah, khususnya Nabire, sebagai momentum untuk mengalami pembaruan iman, kehidupan rohani dan menjalani perjalanan kebangunan rohani.
“Kita mengalami pembaruan hidup dan juga kita hidup suci sesuai dengan tema yang diusung sehingga kita bisa lebih maksimal lagi dalam membangun Papua Tengah,” katanya.
Didi juga berharap para hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja dapat menggerakkan umat yang mereka layani untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Kita sama-sama menerima berkat dari hamba Tuhan yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menyebutkan, semangat pelayanan Stephen Tong yang telah berusia 86 tahun dapat menjadi motivasi dan dorongan bagi generasi muda untuk melakukan hal yang sama dalam kehidupan dan tugas yang dipercayakan Tuhan.
Didi berharap momentum tersebut dapat menjadi bagian dari upaya untuk menjadi berkat bagi Papua Tengah, menjaga kedamaian, serta mendorong sinergi antara gereja, masyarakat dan pemerintah dalam membangun Papua Tengah.
“Sehingga kita bisa menjadi berkat untuk Papua Tengah, kita bisa menjaga Papua tetap damai sejahtera, kita bisa membantu pemerintah bersama-sama dan bersinergi membangun Papua Tengah,” pungkasnya. (MB)







