Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Diskominfo Mimika Dorong Implementasi Manajemen Pengetahuan SPBE

Etty Welerbadge-check


					Diskominfo Mimika Dorong Implementasi Manajemen Pengetahuan SPBE Perbesar

TIMIKA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi Dokumen Manajemen Pengetahuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Kamis (17/9/2026).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Mimika, Herry Onawame, mengatakan dokumen manajemen pengetahuan SPBE memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

IMG 20260917 WA0031

Dalam sambutannya, Herry menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak sekadar menjadi pedoman administrasi, tetapi juga merupakan aset kelembagaan yang perlu terus dikembangkan dan diwariskan.

Menurutnya, manajemen pengetahuan menjadi salah satu fondasi dalam membangun organisasi pemerintahan yang mampu belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Ketika terjadi perubahan personel, pergantian pejabat, maupun perubahan struktur organisasi, pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun tidak ikut hilang. Semuanya tetap menjadi bagian dari memori kelembagaan dan dapat dimanfaatkan oleh generasi aparatur berikutnya,” kata Herry.

Ia menjelaskan, keberhasilan transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh jumlah aplikasi yang digunakan. Lebih dari itu, sistem, data, informasi, aplikasi, sumber daya manusia (SDM), serta pengetahuan yang dimiliki pemerintah harus dikelola secara terpadu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Herry juga menekankan bahwa transformasi digital merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan komitmen, konsistensi, serta kolaborasi seluruh pihak. Teknologi, menurutnya, hanya menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan perubahan tersebut.

“Yang lebih penting adalah kesiapan SDM, tata kelola, budaya kerja, serta kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan pengetahuan secara bersama-sama,” ujarnya.

Karena itu, Herry berharap Dokumen Manajemen Pengetahuan SPBE yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Mimika.

“Saya berharap kita tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjadi pedoman bersama dalam menentukan prioritas pembangunan,” pungkasnya. (Cr2l

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Mimika Mendekatkan Diagnosis TB ke Warga Pesisir dan Pedalaman Mimika

19 September 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260919 WA0010

300 Ekor Babi Disalurkan, Dinas Pertanian Deiyai Dorong Masyarakat Bangun Peternakan Mandiri

19 September 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260919 WA0006

Trifena Tinal Resmi Pimpin Golkar Mimika, Konsolidasi Organisasi Jadi Tantangan Baru

19 September 2026 - 15:46 WIB

IMG 20260919 WA0011

10 Unit Rumah di Yang Murni Dipersoalkan, Pemuda Kamoro Minta Dinas Perumahan dan Distrik Wania Klarifikasi

19 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260918 WA0049

Ketua LIRA Nabire Apresiasi Bupati Mesak Magai Selesaikan Polemik Pembangunan Lewat Dialog

19 September 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260919 WA0003
Trending di News