Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

Diskominfo Mimika Dorong Implementasi Manajemen Pengetahuan SPBE

Etty Welerbadge-check


					Diskominfo Mimika Dorong Implementasi Manajemen Pengetahuan SPBE Perbesar

TIMIKA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi Dokumen Manajemen Pengetahuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Kamis (17/9/2026).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Mimika, Herry Onawame, mengatakan dokumen manajemen pengetahuan SPBE memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

IMG 20260917 WA0031

Dalam sambutannya, Herry menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak sekadar menjadi pedoman administrasi, tetapi juga merupakan aset kelembagaan yang perlu terus dikembangkan dan diwariskan.

Menurutnya, manajemen pengetahuan menjadi salah satu fondasi dalam membangun organisasi pemerintahan yang mampu belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Ketika terjadi perubahan personel, pergantian pejabat, maupun perubahan struktur organisasi, pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun tidak ikut hilang. Semuanya tetap menjadi bagian dari memori kelembagaan dan dapat dimanfaatkan oleh generasi aparatur berikutnya,” kata Herry.

Ia menjelaskan, keberhasilan transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh jumlah aplikasi yang digunakan. Lebih dari itu, sistem, data, informasi, aplikasi, sumber daya manusia (SDM), serta pengetahuan yang dimiliki pemerintah harus dikelola secara terpadu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Herry juga menekankan bahwa transformasi digital merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan komitmen, konsistensi, serta kolaborasi seluruh pihak. Teknologi, menurutnya, hanya menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan perubahan tersebut.

“Yang lebih penting adalah kesiapan SDM, tata kelola, budaya kerja, serta kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan pengetahuan secara bersama-sama,” ujarnya.

Karena itu, Herry berharap Dokumen Manajemen Pengetahuan SPBE yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Mimika.

“Saya berharap kita tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjadi pedoman bersama dalam menentukan prioritas pembangunan,” pungkasnya. (Cr2l

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline