NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di masing-masing daerah tetap menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, mengatakan pemerintah kabupaten merupakan pelaksana sekaligus komandan lapangan dalam menghadapi Karhutla di wilayah masing-masing.
Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Nabire, Sabtu (22/8/2026), terkait langkah awal Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadapi Karhutla yang terjadi di sejumlah kabupaten.
“Intinya, kabupaten itu menangani dulu. Pemerintah provinsi memberikan penguatan terhadap kekurangan yang ada,” kata Emanuel.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak serta-merta mengambil alih penanganan kebakaran yang terjadi di kabupaten. Dukungan provinsi diberikan apabila pemerintah kabupaten mengalami kekurangan sumber daya atau membutuhkan bantuan yang tidak dapat dipenuhi sendiri.
Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Nabire yang mengalami keterbatasan armada pemadam kebakaran. Pemerintah provinsi kemudian memberikan dukungan melalui aset pemadam kebakaran untuk membantu pemerintah kabupaten menangani api.
Selain armada, dukungan pemerintah provinsi dapat diberikan dalam bentuk obat-obatan maupun tenaga medis apabila dibutuhkan.
Emanuel menjelaskan pola tersebut merupakan bagian dari mekanisme penanganan berjenjang. Setelah pemerintah kabupaten tidak mampu menangani kondisi tersebut dengan sumber daya yang tersedia, barulah pemerintah provinsi memberikan penguatan.
Apabila kapasitas pemerintah provinsi juga tidak lagi mencukupi, dukungan selanjutnya dapat dimintakan kepada pemerintah pusat.
“Kalau provinsi juga sudah tidak mampu, baru minta tambahan dukungan dari pemerintah pusat. Ada hirarkinya, ada tingkatannya,” jelasnya.
Karena itu, Emanuel meminta pemerintah kabupaten di delapan wilayah Papua Tengah segera melakukan langkah penanganan sesuai kondisi daerah masing-masing dan menyampaikan kebutuhan bantuan kepada pemerintah provinsi.
Menurutnya, kebutuhan setiap kabupaten tidak sama karena tingkat dan kondisi kebakaran berbeda-beda.
“Berapa obat yang nanti dikirim, berapa tenaga medis yang nanti dikirim, kemudian berapa armada yang nanti diturunkan, semuanya akan kami sampaikan setelah rapat Satgas,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah dijadwalkan menggelar rapat koordinasi Satgas pada Minggu (23/8/2026), yang akan dipimpin langsung Gubernur Meki Nawipa selaku Ketua Satgas.
Dalam rapat tersebut, pemerintah kabupaten akan menyampaikan kondisi lapangan sekaligus kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam penanganan Karhutla. (MB)







