Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

579 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire dan Dogiyai Tertinggi

Etty Welerbadge-check


					579 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire dan Dogiyai Tertinggi Perbesar

NABIRE – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah setelah terdeteksi ratusan titik panas di hampir seluruh wilayah provinsi tersebut.

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, dalam konferensi pers di Nabire, Sabtu (22/8/2026), menyampaikan berdasarkan data yang diterima pemerintah hingga 21 Agustus 2026, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten.

Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 279 titik. Disusul Dogiyai sebanyak 72 titik, Paniai 54 titik ., Puncak 45 titik, Intan Jaya 44 titik, Deiyai 19 titik, dan Puncak Jaya 7 titik.

Sementara Kabupaten Mimika yang pada 20 Agustus sebelumnya tercatat memiliki enam titik panas, pada data 21 Agustus tidak lagi tercatat titik panas.

Jika dijumlahkan berdasarkan data kabupaten yang disampaikan pemerintah, terdapat 520 titik panas di tujuh kabupaten yang masih tercatat memiliki titik panas.

Emanuel mengatakan kondisi tersebut menunjukkan Karhutla bukan hanya terjadi di satu wilayah, tetapi telah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama di Papua Tengah.

“Di Papua Tengah sedang terjadi kebakaran di mana-mana. Hutan dan lahan yang terbakar itu sama saja dengan membakar kehidupan, karena kehidupan manusia bergantung kepada lahan dan hutan,” kata Emanuel menyampaikan pesan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Gubernur Papua Tengah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menggelar rapat emergensi.

Rapat tersebut diarahkan untuk memberikan pertolongan awal, khususnya kepada Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi, sekaligus membentuk dan memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Papua Tengah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya kebakaran.

Emanuel menegaskan hutan dan lahan harus dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

“Kalau kita merasa hutan dan lahan itu sebagai sumber kehidupan, maka kewajiban kita adalah menjaga dan melestarikannya,” ujarnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ambulans Agimuga Rusak, Dinkes Mimika Siapkan Kendaraan Baru

11 September 2026 - 06:47 WIB

IMG 20260911 WA0000

Prokopim Mimika Sukses Gelar Rakor Protokol 2026, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Pemerintah

11 September 2026 - 06:42 WIB

20260908

BULD DPD RI Dorong Perda di Daerah Lebih Responsif dan Berpihak pada Masyarakat

10 September 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260910 WA0033

Pesan Gubernur Meki Nawipa untuk Masyarakat: “Saya Tidak Kasih Uang, tetapi Saya Kasih Program”

10 September 2026 - 13:33 WIB

WhatsApp Image 2026 09 07 at 15.52.30

Pimpinan II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Wagub Deinas Geley ke Paniai

10 September 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260910 WA0030
Trending di Headline