TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) berkomitmen menghidupkan kembali Balai Benih Umum (BBU) di Jalan Poros Mapurujaya. Fasilitas yang telah berdiri sekitar 20 tahun tersebut akan dibenahi secara bertahap dan diarahkan menjadi pusat produksi benih sekaligus ruang edukasi pertanian bagi generasi muda.
Kepala DTPHP Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan pembenahan BBU menjadi salah satu perhatian pihaknya karena keberadaan fasilitas tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pertanian di Mimika.
“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman bahwa kita akan memberikan perhatian penuh ke Balai Benih,” ujar Haris, belum lama ini di Timika.
Menurutnya, BBU ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi benih berkualitas dan unggul, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran pertanian. Kawasan tersebut akan dibuka sebagai lokasi edukasi dan praktik bagi pelajar hingga mahasiswa.
DTPHP Mimika bahkan telah membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan SMK Pertanian. Setiap pekan, kawasan BBU dimanfaatkan sebagai tempat kunjungan dan praktik bagi para siswa.
“Selain sebagai pusat produksi benih berkualitas dan unggul, Balai Benih Umum ini adalah tempat edukasi untuk anak-anak sekolah, mulai dari TK sampai perguruan tinggi,” katanya.
Salah satu fasilitas penting yang terdapat di BBU adalah kultur jaringan. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung penyediaan bibit tanaman karena mampu menghasilkan tanaman dalam waktu relatif cepat dengan kualitas yang seragam serta lebih terkontrol dari gangguan hama dan penyakit.
Namun, untuk mengoptimalkan kembali fungsi BBU, sejumlah fasilitas membutuhkan perhatian serius. Screen house atau rumah kaca serta laboratorium yang mengalami kerusakan akibat faktor usia akan diperbaiki secara bertahap.
Selain itu, sejumlah sarana penunjang lainnya juga mengalami korosi atau berkarat sehingga perlu dilakukan pemugaran agar dapat kembali digunakan secara optimal.
Haris mengatakan pembenahan tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, DTPHP akan menentukan skala prioritas agar fasilitas yang paling mendesak dapat ditangani terlebih dahulu.
“Kita akan benahi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” ucapnya.
Ia berharap revitalisasi BBU Mapurujaya nantinya tidak hanya memperkuat ketersediaan benih bagi petani di Mimika, tetapi juga melahirkan ruang belajar pertanian yang dapat mendekatkan generasi muda dengan dunia pertanian.
Dengan pengelolaan yang lebih optimal, BBU Mapurujaya diharapkan kembali menjadi salah satu motor pengembangan pertanian Mimika, sekaligus mendukung upaya pemerintah membangun sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. (Cr2)







