Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

579 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire dan Dogiyai Tertinggi

Etty Welerbadge-check


					579 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire dan Dogiyai Tertinggi Perbesar

NABIRE – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah setelah terdeteksi ratusan titik panas di hampir seluruh wilayah provinsi tersebut.

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, dalam konferensi pers di Nabire, Sabtu (22/8/2026), menyampaikan berdasarkan data yang diterima pemerintah hingga 21 Agustus 2026, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten.

Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 279 titik. Disusul Dogiyai sebanyak 72 titik, Paniai 54 titik ., Puncak 45 titik, Intan Jaya 44 titik, Deiyai 19 titik, dan Puncak Jaya 7 titik.

Sementara Kabupaten Mimika yang pada 20 Agustus sebelumnya tercatat memiliki enam titik panas, pada data 21 Agustus tidak lagi tercatat titik panas.

Jika dijumlahkan berdasarkan data kabupaten yang disampaikan pemerintah, terdapat 520 titik panas di tujuh kabupaten yang masih tercatat memiliki titik panas.

Emanuel mengatakan kondisi tersebut menunjukkan Karhutla bukan hanya terjadi di satu wilayah, tetapi telah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama di Papua Tengah.

“Di Papua Tengah sedang terjadi kebakaran di mana-mana. Hutan dan lahan yang terbakar itu sama saja dengan membakar kehidupan, karena kehidupan manusia bergantung kepada lahan dan hutan,” kata Emanuel menyampaikan pesan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Gubernur Papua Tengah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menggelar rapat emergensi.

Rapat tersebut diarahkan untuk memberikan pertolongan awal, khususnya kepada Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi, sekaligus membentuk dan memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Papua Tengah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya kebakaran.

Emanuel menegaskan hutan dan lahan harus dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

“Kalau kita merasa hutan dan lahan itu sebagai sumber kehidupan, maka kewajiban kita adalah menjaga dan melestarikannya,” ujarnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Meki Nawipa Pimpin Satgas Karhutla Papua Tengah, Rapat Koordinasi Digelar Minggu

22 Agustus 2026 - 12:22 WIB

IMG 20260822 WA0054

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Bupati Jadi Komandan Lapangan Penanganan Karhutla

22 Agustus 2026 - 12:19 WIB

IMG 20260822 WA0051

UNIBAK Siapkan SDM Papua Tengah, YASEBAPER Serahkan SK Pengelola Kampus

22 Agustus 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260822 WA0042

DTPHP Mimika Hidupkan Kembali BBU Mapurujaya, Disiapkan Jadi Pusat Benih dan Edukasi Pertanian

22 Agustus 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260822 WA0038

Ambrosius Eria Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif Kabupaten Deiyai

22 Agustus 2026 - 12:02 WIB

IMG 20260822 WA0040
Trending di Headline