Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

579 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire dan Dogiyai Tertinggi

Etty Welerbadge-check


					579 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire dan Dogiyai Tertinggi Perbesar

NABIRE – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah setelah terdeteksi ratusan titik panas di hampir seluruh wilayah provinsi tersebut.

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, dalam konferensi pers di Nabire, Sabtu (22/8/2026), menyampaikan berdasarkan data yang diterima pemerintah hingga 21 Agustus 2026, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten.

Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 279 titik. Disusul Dogiyai sebanyak 72 titik, Paniai 54 titik ., Puncak 45 titik, Intan Jaya 44 titik, Deiyai 19 titik, dan Puncak Jaya 7 titik.

Sementara Kabupaten Mimika yang pada 20 Agustus sebelumnya tercatat memiliki enam titik panas, pada data 21 Agustus tidak lagi tercatat titik panas.

Jika dijumlahkan berdasarkan data kabupaten yang disampaikan pemerintah, terdapat 520 titik panas di tujuh kabupaten yang masih tercatat memiliki titik panas.

Emanuel mengatakan kondisi tersebut menunjukkan Karhutla bukan hanya terjadi di satu wilayah, tetapi telah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama di Papua Tengah.

“Di Papua Tengah sedang terjadi kebakaran di mana-mana. Hutan dan lahan yang terbakar itu sama saja dengan membakar kehidupan, karena kehidupan manusia bergantung kepada lahan dan hutan,” kata Emanuel menyampaikan pesan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Gubernur Papua Tengah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menggelar rapat emergensi.

Rapat tersebut diarahkan untuk memberikan pertolongan awal, khususnya kepada Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi, sekaligus membentuk dan memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Papua Tengah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya kebakaran.

Emanuel menegaskan hutan dan lahan harus dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

“Kalau kita merasa hutan dan lahan itu sebagai sumber kehidupan, maka kewajiban kita adalah menjaga dan melestarikannya,” ujarnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pansus DPRK Mimika dan Freeport Sepakat Gunakan Skema Upah Proses, Nasib Buruh Moker Masuk Tahap Penuntasan

21 Oktober 2026 - 10:10 WIB

IMG 20261021 WA0033

IPMANAPANDODE Sorong Raya Rayakan 12 Wisudawan dengan Tema Iman dan Pengabdian

21 Oktober 2026 - 09:54 WIB

IMG 20261021 WA0048

Kesbangpol Mimika Gelar FGD Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi ASN, Tekankan Profesionalitas dan Integritas

21 Oktober 2026 - 09:42 WIB

IMG 20261021 WA0041

Bhabinkamtibmas Bagi-Bagi Masker ke Calon Paskribaka Mimika 2027

21 Oktober 2026 - 09:38 WIB

IMG 20261021 WA0035

Bupati Deiyai Pantau Pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Gakokebo

21 Oktober 2026 - 09:33 WIB

IMG 20261021 WA0034
Trending di Headline