Menu

Mode Gelap
DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global

Headline

Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis

Etty Welerbadge-check


					Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis Perbesar

DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka kesempatan bagi tenaga dokter umum untuk mengabdi di Kabupaten Deiyai.

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, mengatakan pemerintah daerah saat ini membutuhkan sedikitnya delapan dokter umum yang akan ditempatkan di RSUD Pratama Waghete dan delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai.

“Kami membutuhkan sekitar delapan dokter umum. Kami memprioritaskan putra-putri Mee yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran. Namun, kesempatan ini juga terbuka bagi dokter umum dari daerah lain yang memiliki komitmen melayani masyarakat Deiyai,” ujar Melkianus Mote di Waghete, Jumat (17/7).

Menurutnya, para dokter yang berminat dapat langsung melapor kepada Bupati maupun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, pada hari kerja untuk mengikuti proses perekrutan.

Bupati menegaskan, dokter yang dinyatakan siap bertugas akan langsung dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai. Mereka akan menjalankan masa pengabdian selama dua tahun sebelum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis dengan pembiayaan dari pemerintah daerah.

“Dokter yang datang melapor akan langsung kami kontrak. Setelah dua tahun mengabdi, pemerintah akan membiayai pendidikan spesialis sebagai bentuk investasi sumber daya manusia di bidang kesehatan,” katanya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di seluruh fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga dokter.

Selama ini, berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), malaria, tuberkulosis (TB), diare, penyakit kulit, gangguan gizi, infeksi akibat sanitasi yang kurang baik, cacingan, penyakit gigi, kesehatan anak, penyakit dalam, hingga pelayanan kebidanan masih menjadi tantangan yang kerap ditangani oleh tenaga kesehatan di Deiyai.

Karena itu, penambahan tenaga dokter dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Deiyai menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu program prioritas pembangunan, sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat ekonomi kerakyatan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bidang Hukum dan Ham IPMAPAN: Baca Situasi Di Papua Tidak Baik-Baik Saja

18 Juli 2026 - 14:26 WIB

IMG 20260718 WA0034

Keluarga Pelaku Sanggupi Bantuan Duka Rp200 Juta, Proses Hukum Kasus Penikaman Pomako Tetap Berjalan

18 Juli 2026 - 14:12 WIB

IMG 20260718 WA0025

Terungkap, Ledakan Maut di Biak Berawal dari Pemotongan Mortir Aktif

18 Juli 2026 - 14:07 WIB

IMG 20260718 WA0024

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Berujung Kontak Tembak, Tiga Anggota KKB Tewas

18 Juli 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260718 WA0018

Pemkab Dogiyai Dukung MUBESLUB Tota Mapiha, Dorong Pemetaan Wilayah Adat dan Perlindungan Cagar Budaya

18 Juli 2026 - 13:56 WIB

IMG 20260718 WA0012
Trending di Headline