Menu

Mode Gelap
DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global

News

Bidang Hukum dan Ham IPMAPAN: Baca Situasi Di Papua Tidak Baik-Baik Saja

Etty Welerbadge-check


					Bidang Hukum dan Ham IPMAPAN: Baca Situasi Di Papua Tidak Baik-Baik Saja Perbesar

TIMIKA, Sorong – Papua Barat Daya, Sabtu. 18 Juli 2026, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) Se-Kota Sorong, Papua Barat Daya, Baca Situasi Di Papua, Kata Bidang Hukum dan Ham, Aser Mote, Ia Mengatakan, Kelompok yang menamakan diri Bidang Hukum dan HAM menyampaikan keprihatinan terhadap situasi di Tanah Papua melalui pernyataan tertulis bertajuk “Situasi di Papua Tidak Baik-Baik Saja”. Pernyataan ini berisi suara hati rakyat Papua untuk keadilan dan martabat,”Ujar Mote”.

Bidang Dokumentasi dan Publikasi IPMAPAN Renaldo Gobay, diliris tersebut disebutkan 5 poin utama.

Pertama, terkait pembunuhan liar oleh TNI/Polri. Disebutkan masih adanya warga sipil Papua yang dibunuh di luar proses hukum dan tindakan represif yang terus terjadi. “Negara harus bertanggung jawab atas setiap nyawa rakyat yang hilang,” demikian pernyataan tersebut.

Tambahnya Anggota Bidang Hukum dan Ham IPMAPAN Martinus Gobay,

Kedua, penolakan terhadap keberadaan pos TNI di Papua. Menurut mereka, militarisasi bukan solusi melainkan sumber masalah baru.

“Papua butuh sekolah, rumah sakit, bukan pos militer,” tegasnya”.

Ketiga, terkait Pesta Babi yang disebut sebagai budaya dan identitas orang Papua. Mereka meminta agar budaya tersebut tidak dikriminalisasi.

Keempat, penolakan terhadap DOB di Papua karena dinilai hanya memecah Pernyataan Sikap: Situasi Di Papua Tidak Baik-Baik Saja,”Ungkap Gobai”.

Lanjut Aser Mote, Menyoroti keprihatinan atas situasi di Papua. Dalam pernyataannya, mereka menyoroti pembunuhan di luar hukum, menolak keberadaan pos TNI di wilayah sipil, meminta penghormatan terhadap budaya Pesta Babi, dan menolak pemekaran DOB yang dinilai memecah persatuan.

Mereka juga menyampaikan 5 tuntutan: hentikan kekerasan negara, tarik militer dari Papua, hormati hak-hak dasar rakyat Papua, tolak DOB, dan bangun dialog damai.

“Papua Butuh Keadilan, Bukan Militerisme,”tutup Mote”. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Pelaku Sanggupi Bantuan Duka Rp200 Juta, Proses Hukum Kasus Penikaman Pomako Tetap Berjalan

18 Juli 2026 - 14:12 WIB

IMG 20260718 WA0025

Terungkap, Ledakan Maut di Biak Berawal dari Pemotongan Mortir Aktif

18 Juli 2026 - 14:07 WIB

IMG 20260718 WA0024

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Berujung Kontak Tembak, Tiga Anggota KKB Tewas

18 Juli 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260718 WA0018

Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis

18 Juli 2026 - 13:59 WIB

IMG 20260718 WA0017

Pemkab Dogiyai Dukung MUBESLUB Tota Mapiha, Dorong Pemetaan Wilayah Adat dan Perlindungan Cagar Budaya

18 Juli 2026 - 13:56 WIB

IMG 20260718 WA0012
Trending di Headline