Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis

Etty Welerbadge-check


					Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis Perbesar

DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka kesempatan bagi tenaga dokter umum untuk mengabdi di Kabupaten Deiyai.

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, mengatakan pemerintah daerah saat ini membutuhkan sedikitnya delapan dokter umum yang akan ditempatkan di RSUD Pratama Waghete dan delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai.

“Kami membutuhkan sekitar delapan dokter umum. Kami memprioritaskan putra-putri Mee yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran. Namun, kesempatan ini juga terbuka bagi dokter umum dari daerah lain yang memiliki komitmen melayani masyarakat Deiyai,” ujar Melkianus Mote di Waghete, Jumat (17/7).

Menurutnya, para dokter yang berminat dapat langsung melapor kepada Bupati maupun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, pada hari kerja untuk mengikuti proses perekrutan.

Bupati menegaskan, dokter yang dinyatakan siap bertugas akan langsung dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai. Mereka akan menjalankan masa pengabdian selama dua tahun sebelum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis dengan pembiayaan dari pemerintah daerah.

“Dokter yang datang melapor akan langsung kami kontrak. Setelah dua tahun mengabdi, pemerintah akan membiayai pendidikan spesialis sebagai bentuk investasi sumber daya manusia di bidang kesehatan,” katanya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di seluruh fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga dokter.

Selama ini, berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), malaria, tuberkulosis (TB), diare, penyakit kulit, gangguan gizi, infeksi akibat sanitasi yang kurang baik, cacingan, penyakit gigi, kesehatan anak, penyakit dalam, hingga pelayanan kebidanan masih menjadi tantangan yang kerap ditangani oleh tenaga kesehatan di Deiyai.

Karena itu, penambahan tenaga dokter dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Deiyai menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu program prioritas pembangunan, sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat ekonomi kerakyatan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline