Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis

Etty Welerbadge-check


					Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis Perbesar

DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka kesempatan bagi tenaga dokter umum untuk mengabdi di Kabupaten Deiyai.

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, mengatakan pemerintah daerah saat ini membutuhkan sedikitnya delapan dokter umum yang akan ditempatkan di RSUD Pratama Waghete dan delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai.

“Kami membutuhkan sekitar delapan dokter umum. Kami memprioritaskan putra-putri Mee yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran. Namun, kesempatan ini juga terbuka bagi dokter umum dari daerah lain yang memiliki komitmen melayani masyarakat Deiyai,” ujar Melkianus Mote di Waghete, Jumat (17/7).

Menurutnya, para dokter yang berminat dapat langsung melapor kepada Bupati maupun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, pada hari kerja untuk mengikuti proses perekrutan.

Bupati menegaskan, dokter yang dinyatakan siap bertugas akan langsung dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai. Mereka akan menjalankan masa pengabdian selama dua tahun sebelum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis dengan pembiayaan dari pemerintah daerah.

“Dokter yang datang melapor akan langsung kami kontrak. Setelah dua tahun mengabdi, pemerintah akan membiayai pendidikan spesialis sebagai bentuk investasi sumber daya manusia di bidang kesehatan,” katanya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di seluruh fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga dokter.

Selama ini, berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), malaria, tuberkulosis (TB), diare, penyakit kulit, gangguan gizi, infeksi akibat sanitasi yang kurang baik, cacingan, penyakit gigi, kesehatan anak, penyakit dalam, hingga pelayanan kebidanan masih menjadi tantangan yang kerap ditangani oleh tenaga kesehatan di Deiyai.

Karena itu, penambahan tenaga dokter dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Deiyai menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu program prioritas pembangunan, sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat ekonomi kerakyatan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival UMKM Mimika Digelar, Omzet Pelaku Usaha Ditarget Naik hingga Rp4 Juta

9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260809 WA0117(1)

Tim Babat Polres Mimika Ungkap Dua Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Diamankan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260809 WA0172

Anak 14 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Pencurian Motor di Timika

9 Agustus 2026 - 14:20 WIB

IMG 20260809 WA0165

Pelajar Deiyai Unjuk Bakat dalam Lomba Pidato HUT ke-81 RI, Berikut Daftar Juara

9 Agustus 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260809 WA0148

Tanggapi Keluhan Pelajar dan Mahasiswa, Bupati Intan Jaya Pastikan Beasiswa ADIK-ADEM Diproses Pekan Depan

9 Agustus 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260809 WA0134
Trending di Headline