Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah Perbesar

NABIRE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak dan organisasi mahasiswa Papua menyoroti ketidakhadiran anggota DPR Papua Tengah saat mereka menyampaikan aspirasi terkait kasus Kembru Berdarah di Kantor DPR Papua Tengah, Nabire.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan kekecewaan karena tidak satu pun anggota DPR Papua Tengah hadir untuk menerima aspirasi yang telah mereka agendakan sebelumnya.

IMG 20260623 WA0021

Menurut mahasiswa, surat pemberitahuan aksi telah disampaikan sehari sebelum kegiatan berlangsung. Namun saat hari pelaksanaan, mereka mengaku tidak menemukan anggota dewan yang hadir untuk menerima aspirasi masyarakat.

“Kami sudah membaca. Ketidakhadiran DPR hari ini membuktikan kinerja DPR tidak ada harapan bagi masyarakat Papua Tengah. Saat ada pemilihan mereka meminta suara masyarakat, tetapi ketika ada masalah yang dihadapi masyarakat justru menghilang,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pengungkapan fakta dan penegakan hukum atas peristiwa Kembru Berdarah yang terjadi di Kabupaten Puncak pada April 2026.

Mahasiswa menilai DPR Papua Tengah seharusnya menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan aktif mengawal berbagai laporan dugaan pelanggaran HAM yang disampaikan oleh warga.

Selain menyampaikan kritik terhadap DPR Papua Tengah, para mahasiswa juga mengungkapkan hasil kunjungan mereka bersama Tim Investigasi HAM ke Kementerian HAM RI.

Menurut mereka, saat melakukan pengecekan di kementerian terkait, tidak ditemukan dokumen atau surat yang berasal dari DPR Papua Tengah mengenai aspirasi dan laporan yang selama ini telah berulang kali disampaikan oleh mahasiswa maupun masyarakat Papua Tengah.

Hal tersebut semakin menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa mengenai tindak lanjut berbagai aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada lembaga legislatif daerah.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak DPR Papua Tengah untuk lebih serius menjalankan fungsi representasi dan pengawasan, khususnya dalam mengawal berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah Papua Tengah.

Mereka menegaskan akan terus mengawal kasus Kembru Berdarah serta mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga negara, untuk memberikan perhatian terhadap tuntutan keadilan bagi para korban dan masyarakat terdampak di Kabupaten Puncak. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Mimika Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan

23 Juni 2026 - 07:47 WIB

IMG 20260623 WA0024

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Timika

23 Juni 2026 - 07:44 WIB

IMG 20260623 WA0002

Polres Mimika Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

23 Juni 2026 - 07:40 WIB

IMG 20260623 WA0035

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Tengah Dorong RS Bhayangkara Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat Mimika

23 Juni 2026 - 07:37 WIB

IMG 20260623 WA0033

Mahasiswa dan Tim Investigasi HAM Desak Komnas HAM Revisi Rekomendasi Kasus Kembru Berdarah

23 Juni 2026 - 07:26 WIB

IMG 20260623 WA0009
Trending di Headline