TIMIKA – Pemkab Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Organisasi Perempuan.
Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tembaga Timika, Selasa (23/06/2026) yang diikuti sekitar 100 peserta dari perwakilan berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Mimika, antara lain PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Bhayangkari, Persit, organisasi perempuan lintas denominasi gereja, serta organisasi perempuan lainnya.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan perempuan dalam menjalankan fungsi organisasi serta memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Johana Anatje Belandina Arwam, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi di Mimika.
“Kami berharap para ibu yang tergabung dalam organisasi-organisasi perempuan dapat semakin memahami peran strategisnya, baik di dalam organisasi maupun dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Mimika,” kata Yohana.
Sementara itu, Mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa menegaskan bahwa perempuan merupakan salah satu pilar utama pembangunan.
Peningkatan kapasitas perempuan akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga, kemajuan masyarakat, dan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi perempuan, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan pemerintah untuk bersinergi dalam memberikan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.
“Perlindungan terhadap perempuan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan komitmen bersama. Kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat bagi perempuan,” tambahnya.
Ia berharap organisasi-organisasi perempuan semakin solid, memiliki wawasan yang luas, serta mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, mandiri, terlindungi, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Mari kita terus memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama agar perempuan di Mimika semakin berdaya, terlindungi, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (Cr2)







