Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah Perbesar

NABIRE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak dan organisasi mahasiswa Papua menyoroti ketidakhadiran anggota DPR Papua Tengah saat mereka menyampaikan aspirasi terkait kasus Kembru Berdarah di Kantor DPR Papua Tengah, Nabire.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan kekecewaan karena tidak satu pun anggota DPR Papua Tengah hadir untuk menerima aspirasi yang telah mereka agendakan sebelumnya.

IMG 20260623 WA0021

Menurut mahasiswa, surat pemberitahuan aksi telah disampaikan sehari sebelum kegiatan berlangsung. Namun saat hari pelaksanaan, mereka mengaku tidak menemukan anggota dewan yang hadir untuk menerima aspirasi masyarakat.

“Kami sudah membaca. Ketidakhadiran DPR hari ini membuktikan kinerja DPR tidak ada harapan bagi masyarakat Papua Tengah. Saat ada pemilihan mereka meminta suara masyarakat, tetapi ketika ada masalah yang dihadapi masyarakat justru menghilang,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pengungkapan fakta dan penegakan hukum atas peristiwa Kembru Berdarah yang terjadi di Kabupaten Puncak pada April 2026.

Mahasiswa menilai DPR Papua Tengah seharusnya menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan aktif mengawal berbagai laporan dugaan pelanggaran HAM yang disampaikan oleh warga.

Selain menyampaikan kritik terhadap DPR Papua Tengah, para mahasiswa juga mengungkapkan hasil kunjungan mereka bersama Tim Investigasi HAM ke Kementerian HAM RI.

Menurut mereka, saat melakukan pengecekan di kementerian terkait, tidak ditemukan dokumen atau surat yang berasal dari DPR Papua Tengah mengenai aspirasi dan laporan yang selama ini telah berulang kali disampaikan oleh mahasiswa maupun masyarakat Papua Tengah.

Hal tersebut semakin menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa mengenai tindak lanjut berbagai aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada lembaga legislatif daerah.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak DPR Papua Tengah untuk lebih serius menjalankan fungsi representasi dan pengawasan, khususnya dalam mengawal berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah Papua Tengah.

Mereka menegaskan akan terus mengawal kasus Kembru Berdarah serta mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga negara, untuk memberikan perhatian terhadap tuntutan keadilan bagi para korban dan masyarakat terdampak di Kabupaten Puncak. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline