Menu

Mode Gelap
DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global

Headline

Mahasiswa dan Tim Investigasi HAM Desak Komnas HAM Revisi Rekomendasi Kasus Kembru Berdarah

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa dan Tim Investigasi HAM Desak Komnas HAM Revisi Rekomendasi Kasus Kembru Berdarah Perbesar

NABIRE – Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak bersama sejumlah organisasi mahasiswa Papua menyatakan penolakan terhadap Surat Rekomendasi Komnas HAM RI Nomor 513/PM.00/R/VI/2026 terkait peristiwa “Kembru Berdarah” yang terjadi pada 14 April 2026 di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui aksi penyampaian aspirasi dan jumpa pers yang digelar halaman Kantor DPR Provinsi Papua Tengah di Nabire Selasa, (22/6/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, Tim Investigasi HAM menilai rekomendasi yang diterbitkan Komnas HAM RI tidak sepenuhnya mencerminkan fakta lapangan dan masih terdapat sejumlah data penting yang belum dimasukkan.

IMG 20260623 WA0012

Ketua Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak, Mis Murib, S.Kom, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah poin yang menjadi keberatan mereka terhadap isi rekomendasi tersebut.

Menurutnya, data mengenai korban hilang atas nama Mondokmbri Walia, perempuan berusia 48 tahun, belum tercantum dalam rekomendasi Komnas HAM. Selain itu, mereka juga mempertanyakan perbedaan data jumlah pengungsi yang disebutkan dalam rekomendasi dengan data yang mereka klaim berasal dari basis data BPS dan Dukcapil Kabupaten Puncak.

Tim Investigasi HAM menilai ketidaksesuaian data tersebut berpotensi memengaruhi proses penegakan hukum dan pemenuhan hak-hak korban.

Dalam dokumen analisis yang mereka sampaikan, disebutkan bahwa pelimpahan kasus kepada Kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tanpa penetapan status pelanggaran HAM berat berpotensi melemahkan status hukum kasus tersebut.

Mereka juga menilai tidak dimasukkannya data korban hilang dapat menghambat proses pencarian keadilan bagi keluarga korban serta berpengaruh terhadap upaya penyelidikan dugaan penghilangan paksa.

IMG 20260623 WA0021

Selain itu, Tim Investigasi HAM menyoroti perbedaan jumlah pengungsi yang menurut mereka sangat signifikan sehingga berdampak pada pemenuhan hak-hak korban pengungsian dan bantuan kemanusiaan.

Melalui pernyataan sikap yang ditandatangani berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil Papua, mereka mendesak Komnas HAM RI untuk segera melakukan revisi total terhadap kronologi dan basis data korban dalam rekomendasi tersebut.

Mereka juga meminta agar data korban hilang dan data pengungsi berdasarkan hasil investigasi lapangan dimasukkan dalam dokumen resmi Komnas HAM.

“Komnas HAM segera menetapkan kasus Kembru Berdarah sebagai pelanggaran HAM berat sesuai mekanisme yang berlaku,” demikian salah satu poin tuntutan yang disampaikan dalam pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan itu turut didukung sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil, antara lain IPMAP Se-Jawa Bali, HPM-P, KMPP Nabire, KMPP Jayapura, FP3, IMP Manokwari, IPMP, serta IPMAPUJA. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Langkah Tegas Demi Masa Depan Papua: 5.000 Batang Ganja Berhasil Diungkap Koops TNI Habema 

19 Juli 2026 - 08:31 WIB

IMG 20260717 WA0001

SMP Negeri 1 Tigi Timur Deiyai: Sukses Gelar MPLS 2026

19 Juli 2026 - 08:19 WIB

IMG 20260719 WA0022

Kapolres Mimika Tekankan Pentingnya Seimbangkan Prestasi Olahraga dan Pendidikan

19 Juli 2026 - 08:16 WIB

IMG 20260719 WA0007

Kokonao Jadi Tujuan Perdana Kapolres Mimika, Komitmen Hadir Hingga Wilayah Terpencil

19 Juli 2026 - 08:08 WIB

IMG 20260719 WA0004

Pertamina Tambah Pasokan Pertalite di Mimika untuk Perlancar Distribusi ke Masyarakat

19 Juli 2026 - 07:53 WIB

IMG 20260719 WA0094
Trending di Headline