Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Asisten I Setda Deiyai Lepas Kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Asisten I Setda Deiyai Lepas Kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah Perbesar

DEIYAI – Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Simon Mote, S.STP, secara resmi melepas kontingen peserta Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah yang akan mewakili Kabupaten Deiyai di Nabire. Pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (22/6/2026).

Kontingen yang terdiri dari puluhan siswa SMA/SMK beserta para guru pendamping dijadwalkan berangkat menuju Nabire untuk mengikuti kegiatan yang akan berlangsung pada 24–27 Juni 2026.

IMG 20260622 WA0085

Dalam sambutannya, Simon Mote menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran, para guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan para peserta untuk mengikuti festival tersebut.

Ia menegaskan bahwa festival seni dan budaya menjadi sarana penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

“Budaya kita akan hilang jika tidak kita lestarikan. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini,” ujarnya.

Menurut Simon Mote, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui dunia pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami, menjaga, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Pengajaran, Dinas Pariwisata, serta berbagai pihak terkait untuk memasukkan unsur budaya dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Anak-anak harus dibiasakan sejak kecil mengenal budaya mereka sendiri. Jika budaya terus diajarkan dan dipraktikkan, maka generasi mendatang akan tetap mampu menjaga identitas dan kekayaan budaya daerahnya,” katanya.

Simon Mote turut memberikan apresiasi kepada para guru dan pelatih yang telah membimbing para peserta hingga siap mengikuti ajang tingkat provinsi tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deiyai, saya menyampaikan terima kasih kepada para pendamping yang telah bekerja keras melatih dan mempersiapkan anak-anak kita. Semoga mereka dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Deiyai,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Simon Mote secara resmi melepas keberangkatan kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Kabupaten Deiyai menuju Nabire.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deiyai, pada hari Senin, 22 Juni 2026, peserta Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah secara resmi saya lepas,” tutupnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungi Timika, Kepala Basarnas Cek Kesiapan Kantor SAR Hadapi Potensi Kedaruratan

31 Oktober 2026 - 13:11 WIB

20261030

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

31 Oktober 2026 - 12:21 WIB

IMG 20261031 WA0018

Papua Tengah Usulkan Ambulans Darat, Kemenkes Respons dengan Rencana Helikopter Medis

31 Oktober 2026 - 12:16 WIB

IMG 20261031 WA0017

Kementerian Kesehatan Respons Usulan Rehabilitasi 54 Puskesmas di Papua Tengah

31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

IMG 20261031 WA0016

Papua Tengah Siapkan Lahan 20 Hektare, Rumah Sakit Besar Ditargetkan Dibangun 2027

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

IMG 20261031 WA0015
Trending di Headline