TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersiap mewujudkan kemandirian pangan dengan menyiapkan lahan seluas lima hektare di Kampung Limau Asri SP 5, Distrik Iwaka, untuk pembangunan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pembibitan ternak sapi. Langkah ini digagas untuk menjadikan Mimika sebagai salah satu sentra peternakan sapi utama di wilayah Papua Tengah.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan lokasi yang telah disiapkan itu nantinya mampu menampung sekitar 100 hingga 150 ekor sapi indukan. Pembangunan UPTD ini akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar berjalan optimal.
“Kami sudah punya lokasi dan kandang yang siap pakai, tinggal penempatan sapi. Jika fasilitas ini beroperasi nanti, kita tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah, dan harga daging sapi di pasaran pun bisa lebih bersaing,” ujar Johannes di Timika, belum lama ini.
Saat ini, kebutuhan daging sapi masyarakat Mimika—termasuk pasokan hewan kurban saat Idul Adha—masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi ini membuat harga sering kali melonjak, terutama saat hari besar keagamaan.
Pengembangan pembibitan ini pada tahap awal akan dikelola langsung oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika. Namun ke depannya, jika populasi sapi sudah berkembang pesat, indukan akan disebarkan ke masyarakat agar warga bisa beternak secara mandiri dan meningkatkan perekonomian keluarga.
“Sementara ini kami kelola sendiri dulu. Nanti jika sapi-sapi itu berkembang biak dan jumlahnya banyak, akan kami bagikan ke masyarakat supaya mereka bisa menjadi peternak dan menikmati hasilnya sendiri,” tambahnya. (Etty)







