Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Bupati Deiyai Serahkan Peta Definitif Kampung dan Distrik, Perkuat Kepastian Hukum Batas Wilayah

Etty Welerbadge-check


					Bupati Deiyai Serahkan Peta Definitif Kampung dan Distrik, Perkuat Kepastian Hukum Batas Wilayah Perbesar

DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai resmi menyerahkan peta definitif batas kampung dan distrik kepada seluruh kepala kampung dan kepala distrik sebagai acuan resmi penyelenggaraan pemerintahan dan penataan wilayah di Kabupaten Deiyai.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dalam kegiatan pembentukan, penghapusan, penggabungan, dan perubahan status desa yang digelar di Aula DPRK Deiyai, Jumat (17/7). Kegiatan tersebut turut disaksikan perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

IMG 20260718 WA0000

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menegaskan bahwa peta definitif memiliki peran strategis sebagai dasar penataan wilayah administrasi, termasuk apabila di kemudian hari dilakukan pemekaran kampung maupun distrik.

“Peta ini merupakan dasar bagi pemerintah dalam mengatur wilayah, baik untuk pemekaran kampung maupun distrik,” ujar Bupati.

Ia mengakui bahwa penyusunan peta batas wilayah semestinya telah diselesaikan sejak awal berdirinya Kabupaten Deiyai. Namun, melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, dokumen tersebut akhirnya berhasil disahkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Deiyai, Dr. Ferdinant Pakage, menjelaskan bahwa penyusunan peta dimulai sejak tahun 2025 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, masyarakat dari setiap kampung diundang untuk memverifikasi, mengoreksi, dan menyepakati batas wilayah masing-masing sebelum hasilnya disampaikan kepada Badan Informasi Geospasial untuk dilakukan verifikasi teknis.

“Semua batas kampung ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat. Setelah diverifikasi BIG, hasilnya direkomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk disahkan,” jelas Pakage.

Ia menegaskan bahwa peta yang telah dibagikan kini memiliki kekuatan hukum karena telah melalui proses verifikasi dan penetapan sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Selain memperjelas batas antar kampung dan distrik di Kabupaten Deiyai, peta tersebut juga memastikan batas wilayah dengan kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Dogiyai, Paniai, dan Mimika.

Pakage menyebutkan, BIG telah menerbitkan Surat Keterangan Hasil Verifikasi Teknis Kegiatan Penegasan Batas Desa/Kelurahan Kabupaten Deiyai Provinsi Papua Tengah Nomor 29.2/PBNR/IGD.04.05/4/2026 sebagai dasar legalitas peta tersebut.

IMG 20260718 WA0006

Penyusunan peta mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 beserta perubahannya, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019, Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.1.1-6117 Tahun 2022, serta Peraturan Daerah Kabupaten Deiyai.

Menurut Pakage, kehadiran peta definitif menjadi langkah penting dalam menciptakan kepastian hukum batas wilayah sekaligus mendukung kelancaran pembangunan, pelayanan publik, dan penyelesaian persoalan administrasi pemerintahan di Kabupaten Deiyai.

Penyerahan peta tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir dalam kegiatan. Dokumen itu telah lama dinantikan, khususnya oleh masyarakat di wilayah perbatasan seperti Distrik Kapiraya dan Bouwobado yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mimika.

Dengan diserahkannya peta definitif kepada seluruh kepala kampung dan kepala distrik, Pemerintah Kabupaten Deiyai kini memiliki acuan resmi dalam penataan wilayah administrasi yang sah secara hukum dan diakui oleh pemerintah pusat. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline