TIMIKA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika menguatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan menjaga ketertiban umum. Hal ini dilakukan melalui pelatihan penanggulangan bencana dan kegiatan kekhususan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Distrik Amar, Provinsi Papua Tengah belum lama ini.
Kegiatan ini berlangsung berkat kolaborasi strategis antara Satpol PP Mimika bersama Badan SAR Nasional (Basarnas), serta unsur TNI dan Polri, yakni Polsek Mimika Barat dan Koramil 1710-01/Kokonao. Langkah ini bertujuan mempersiapkan Satlinmas agar mampu berperan profesional sebagai garda terdepan di tingkat kampung dan kelurahan, baik dalam hal deteksi dini, pengamanan, maupun penanganan darurat saat bencana terjadi.
Materi Pelatihan Lengkap, Sesuai Kebutuhan Lapangan

Pelatihan gabungan ini dirancang khusus dengan materi yang komprehensif dan langsung dipandu oleh tenaga ahli dari masing-masing instansi, meliputi tiga pilar utama:
1. Pembinaan Mental dan Kedisiplinan: Dipandu instruktur TNI dan Polri, materi ini menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan Peraturan Baris Berbaris (PBB) agar anggota memiliki sikap tangguh dan disiplin tinggi.
2. Kapasitas Penanganan Bencana: Tim Basarnas memberikan bekal keterampilan teknis, mulai dari cara evakuasi korban yang aman, pertolongan pertama (First Aid), hingga teknik penyelamatan darurat di berbagai situasi.
3. Ketertiban dan Penegakan Hukum: Satpol PP memberikan pemahaman mendalam mengenai peraturan daerah, cara menangani konflik sosial, serta teknik deteksi dini gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Kepala Satpol PP Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa pelatihan ini disusun agar para anggota Satlinmas memiliki wawasan utuh, mulai dari tahap pencegahan, mitigasi risiko, hingga langkah penanganan saat bencana—baik alam maupun sosial—melanda wilayah mereka.
“Kami menghadirkan narasumber dari Basarnas agar Satlinmas di Distrik Amar mengerti tugas mereka secara lengkap. Mulai dari mencegah risiko bencana hingga mengevakuasi warga saat keadaan darurat. Mereka adalah ujung tombak kita di lapangan, sehingga ilmu ini sangat krusial untuk keselamatan bersama,” ungkap Koga kepada wartawan di Timika.
Satlinmas: Tulang Punggung Keselamatan Warga
Yulius Koga menegaskan peran Satlinmas sangat vital namun sering kurang mendapat sorotan. Menurutnya, keberadaan Satlinmas adalah yang paling dekat dengan masyarakat dan selalu menjadi pihak pertama yang hadir saat ada musibah, baik banjir, kebakaran, maupun gangguan keamanan, sebelum bantuan resmi dari instansi terkait tiba.
“Linmas adalah tulang punggung keamanan dan keselamatan kita di kampung. Saat ada masalah, merekalah yang pertama turun tangan. Padahal tugas mereka sangat berat dan luas cakupannya, mulai dari menjaga kamtibmas hingga membantu penanganan bencana. Sayangnya, peran strategis ini selama ini kurang mendapatkan perhatian dan apresiasi yang layak,” tegas Koga.
Oleh karena itu, dalam pelatihan di Distrik Amar ini, peserta tidak hanya dilatih soal ketertiban, tetapi benar-benar dibekali keahlian setara petugas penolong agar siap bertindak cepat dan tepat demi keselamatan warga.
Usul Kesejahteraan dan Pendataan Ulang Anggota

Melihat besarnya tanggung jawab yang dipikul, Koga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memperhatikan kesejahteraan para anggota Satlinmas. Ia mengusulkan adanya kepastian honor, mengingat organisasi ini memiliki jangkauan sangat luas.
“Kalau didata secara menyeluruh, jumlah anggota Linmas di Indonesia bisa mencapai sekitar satu juta orang. Mereka tersebar hingga ke pelosok kampung. Sudah sepantasnya ada apresiasi berupa honor, agar semangat kerja mereka makin meningkat. Selain itu, sosialisasi tugas dan fungsi Linmas juga harus lebih gencar, supaya masyarakat semakin paham dan mendukung kinerja mereka,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Satpol PP Mimika berencana melakukan pendataan ulang anggota Satlinmas dari tingkat kampung hingga distrik. Tujuannya agar data menjadi akurat, sehingga program pembinaan, pelatihan, dan pemberdayaan ke depan dapat lebih terarah dan tepat sasaran.
Koga kembali menekankan bahwa sinergitas antarinstansi sangat penting. Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat harus saling bergandengan tangan untuk memberdayakan Satlinmas, agar keamanan dan keselamatan di Kabupaten Mimika senantiasa terjaga dengan baik. (Etty)







