Menu

Mode Gelap
IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi

Headline

Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun

Etty Welerbadge-check


					Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun Perbesar

NABIRE – Ahli linguistik dari Australian National University, Dr. Laura Arnold, mengungkapkan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua diperkirakan akan hilang dalam 50 tahun ke depan apabila tidak segera dilestarikan.

Pernyataan itu disampaikan saat Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang digelar Universitas Satya Wiyata Mandala bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih.

Menurut Dr. Laura, Papua merupakan wilayah dengan keragaman bahasa paling tinggi di dunia karena memiliki ratusan bahasa yang berbeda jauh satu sama lain.

“Bahasa di wilayah Papua ini yang paling beragam di dunia,” ujar rabu, 13 Mei 2026

Namun, ia melihat jumlah penutur bahasa daerah di Papua terus mengalami penurunan, khususnya di wilayah pesisir.

“Sekarang ini semakin kurang orang yang menggunakan bahasa-bahasa ini,” katanya.

Ia memperkirakan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua tidak lagi digunakan dalam 50 tahun mendatang apabila generasi sekarang tidak lagi mewariskan bahasa tersebut. Selain itu, sekitar 70 persen bahasa daerah Papua juga berada dalam kondisi terancam punah.

“Yang paling berbahaya itu di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dr. Laura mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda Papua untuk kembali bangga menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mau ajak generasi muda untuk rasa bangga dengan bahasa daerah. Kalau pakai bahasa daerah itu keren sekali,” katanya.

Ia berharap bahasa daerah Papua tidak hanya dipertahankan sebagai identitas budaya, tetapi juga dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan media digital agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Warga Diserang di Jalan Freeport Lama, Pelaku Kabur Naik Avanza Tanpa Plat

1 September 2026 - 05:38 WIB

IMG 20260901 WA0016

Rakor Bersama 18 Distrik, KONI Mimika Matangkan Pelantikan Kordinator KONI Distrik dan Porkab 2026

31 Agustus 2026 - 13:03 WIB

20260831

Peduli Warga, Distrik Topiyai Salurkan Lima Ton Beras Bansos Tahap II Langsung Ke 10 Kampung 

31 Agustus 2026 - 08:57 WIB

IMG 20260831 WA0039

BPBD dan SAR Mimika Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana

31 Agustus 2026 - 08:53 WIB

IMG 20260831 WA0037

Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga

31 Agustus 2026 - 08:50 WIB

IMG 20260831 WA0036
Trending di Headline