Menu

Mode Gelap
DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global

Headline

Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun

Etty Welerbadge-check


					Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun Perbesar

NABIRE – Ahli linguistik dari Australian National University, Dr. Laura Arnold, mengungkapkan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua diperkirakan akan hilang dalam 50 tahun ke depan apabila tidak segera dilestarikan.

Pernyataan itu disampaikan saat Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang digelar Universitas Satya Wiyata Mandala bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih.

Menurut Dr. Laura, Papua merupakan wilayah dengan keragaman bahasa paling tinggi di dunia karena memiliki ratusan bahasa yang berbeda jauh satu sama lain.

“Bahasa di wilayah Papua ini yang paling beragam di dunia,” ujar rabu, 13 Mei 2026

Namun, ia melihat jumlah penutur bahasa daerah di Papua terus mengalami penurunan, khususnya di wilayah pesisir.

“Sekarang ini semakin kurang orang yang menggunakan bahasa-bahasa ini,” katanya.

Ia memperkirakan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua tidak lagi digunakan dalam 50 tahun mendatang apabila generasi sekarang tidak lagi mewariskan bahasa tersebut. Selain itu, sekitar 70 persen bahasa daerah Papua juga berada dalam kondisi terancam punah.

“Yang paling berbahaya itu di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dr. Laura mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda Papua untuk kembali bangga menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mau ajak generasi muda untuk rasa bangga dengan bahasa daerah. Kalau pakai bahasa daerah itu keren sekali,” katanya.

Ia berharap bahasa daerah Papua tidak hanya dipertahankan sebagai identitas budaya, tetapi juga dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan media digital agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleksi Kompetensi Calon Sekda Deiyai Dimulai, Bupati Dorong Terpilihnya Pemimpin Birokrasi Berkualitas

17 Juli 2026 - 12:22 WIB

IMG 20260717 WA0137

Kejari Mimika Targetkan Lebih dari Satu Tersangka dalam Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan 150 Hektare, Tunggu Hasil Audit BPKP

17 Juli 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260717 WA0122

Kapolres Mimika: Sinergi Polisi dan Kejaksaan Harus Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

17 Juli 2026 - 12:07 WIB

IMG 20260717 WA0118

Bunda PAUD Deiyai Dorong Orang Tua Prioritaskan Pendidikan Anak Usia Dini

17 Juli 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260717 WA0116

Pemkab Paniai Kuatkan Froum Kemitraan Untuk Percepat Penganggulangan AIDS, TBC, Dan Malaria Di Desa

17 Juli 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260717 WA0141
Trending di News