Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun

Etty Welerbadge-check


					Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun Perbesar

NABIRE – Ahli linguistik dari Australian National University, Dr. Laura Arnold, mengungkapkan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua diperkirakan akan hilang dalam 50 tahun ke depan apabila tidak segera dilestarikan.

Pernyataan itu disampaikan saat Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang digelar Universitas Satya Wiyata Mandala bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih.

Menurut Dr. Laura, Papua merupakan wilayah dengan keragaman bahasa paling tinggi di dunia karena memiliki ratusan bahasa yang berbeda jauh satu sama lain.

“Bahasa di wilayah Papua ini yang paling beragam di dunia,” ujar rabu, 13 Mei 2026

Namun, ia melihat jumlah penutur bahasa daerah di Papua terus mengalami penurunan, khususnya di wilayah pesisir.

“Sekarang ini semakin kurang orang yang menggunakan bahasa-bahasa ini,” katanya.

Ia memperkirakan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua tidak lagi digunakan dalam 50 tahun mendatang apabila generasi sekarang tidak lagi mewariskan bahasa tersebut. Selain itu, sekitar 70 persen bahasa daerah Papua juga berada dalam kondisi terancam punah.

“Yang paling berbahaya itu di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dr. Laura mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda Papua untuk kembali bangga menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mau ajak generasi muda untuk rasa bangga dengan bahasa daerah. Kalau pakai bahasa daerah itu keren sekali,” katanya.

Ia berharap bahasa daerah Papua tidak hanya dipertahankan sebagai identitas budaya, tetapi juga dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan media digital agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Rumah Sederhana, Nikodemus Awaiti Sambut Harapan Baru Lewat TMMD Kodim Mimika

13 Mei 2026 - 09:47 WIB

IMG 20260513 WA0040

Tutup Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua, Gubernur Sampaikan 5 Kesepakatan dan Catatan Penting

13 Mei 2026 - 09:05 WIB

IMG 20260513 180128

Pemkab Mimika Resmi Perpanjang Masa Jabatan 133 Kepala Kampung dan Bamuskam

13 Mei 2026 - 08:22 WIB

IMG 20260513 WA0039

Kepiting Bakau Mimika Tembus Malaysia, Karantina Papua Tengah Dorong Produk Lokal Go Internasional

13 Mei 2026 - 08:07 WIB

IMG 20260513 170551

BPN dan Pemkab Mimika Bentuk GTRA 2026, Dorong Lahan Produktif dan Cegah Konflik Pertanahan

13 Mei 2026 - 07:35 WIB

IMG 20260512 WA0026
Trending di Headline