Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun

Etty Welerbadge-check


					Dr. Laura Arnold: 40 Persen Bahasa Daerah Papua Terancam Hilang dalam 50 Tahun Perbesar

NABIRE – Ahli linguistik dari Australian National University, Dr. Laura Arnold, mengungkapkan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua diperkirakan akan hilang dalam 50 tahun ke depan apabila tidak segera dilestarikan.

Pernyataan itu disampaikan saat Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang digelar Universitas Satya Wiyata Mandala bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih.

Menurut Dr. Laura, Papua merupakan wilayah dengan keragaman bahasa paling tinggi di dunia karena memiliki ratusan bahasa yang berbeda jauh satu sama lain.

“Bahasa di wilayah Papua ini yang paling beragam di dunia,” ujar rabu, 13 Mei 2026

Namun, ia melihat jumlah penutur bahasa daerah di Papua terus mengalami penurunan, khususnya di wilayah pesisir.

“Sekarang ini semakin kurang orang yang menggunakan bahasa-bahasa ini,” katanya.

Ia memperkirakan sekitar 40 persen bahasa daerah di Papua tidak lagi digunakan dalam 50 tahun mendatang apabila generasi sekarang tidak lagi mewariskan bahasa tersebut. Selain itu, sekitar 70 persen bahasa daerah Papua juga berada dalam kondisi terancam punah.

“Yang paling berbahaya itu di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dr. Laura mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda Papua untuk kembali bangga menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mau ajak generasi muda untuk rasa bangga dengan bahasa daerah. Kalau pakai bahasa daerah itu keren sekali,” katanya.

Ia berharap bahasa daerah Papua tidak hanya dipertahankan sebagai identitas budaya, tetapi juga dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan media digital agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033

Pemkab Mimika Dorong Bumdes Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Kampung

16 Oktober 2026 - 13:57 WIB

IMG 20261016 WA0029

Reggae Festival ke-XI, Kapolda Papua Tengah Dorong Anak Muda Berkarya dan Berprestasi

16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

IMG 20261016 WA0028

Karhutla Capai 33.797 Hektare di Tanah Papua, Kapolda Dorong Langkah Terpadu

16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261016 WA0024

Papua Reggae Festival XI Buka Peluang bagi Seniman dan Mama-Mama Papua Jual Hasil Kerajinan

16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

IMG 20261016 WA0021
Trending di Headline