TIMIKA – Komoditas kepiting bakau asal Kabupaten Mimika kembali menembus pasar internasional. Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Papua Tengah berhasil mendorong pelaku usaha melakukan ekspor sebanyak 240 kilogram kepiting bakau ke Malaysia dengan nilai mencapai Rp72 juta, Rabu (13/5/2026).
Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas perikanan unggulan dari Mimika memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di pasar global.
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan seluruh komoditas yang diekspor telah melalui proses pemeriksaan ketat sebelum diterbitkannya Health Certificate (HC) sebagai syarat ekspor.
“Penyerahan dokumen Health Certificate (HC) oleh Karantina Papua Tengah menunjukkan bahwa seluruh komoditas telah dinyatakan sehat dan memenuhi standar keamanan pangan internasional setelah melalui pemeriksaan fisik yang ketat oleh petugas karantina,” ujar Anton.
Ia menyebut Papua Tengah memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar dan diminati pasar internasional. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak komoditas unggulan daerah dikenal di pasar dunia.
Menurut Anton, kegiatan ekspor tersebut tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami terus menjaga kualitas komoditas Indonesia melalui pengawasan karantina untuk meningkatkan kepercayaan negara tujuan terhadap produk ekspor asal Indonesia,” katanya.
Anton menambahkan, Karantina Papua Tengah akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada pelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sehingga komoditas unggulan Papua Tengah mampu bersaing di pasar internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mimika Johanes Rettob mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan UMKM berorientasi ekspor di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, keberhasilan ekspor kepiting bakau ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing produk unggulan daerah di pasar global.
“Kegiatan ini terlaksana karena kerja sama antara Karantina Papua Tengah, Bea Cukai, UPBU Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan daerah,” pungkasnya. (Cr2)









