Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

USWIM Dorong Kurikulum Bahasa Daerah Papua untuk Cegah Kepunahan Bahasa Ibu

Etty Welerbadge-check


					USWIM Dorong Kurikulum Bahasa Daerah Papua untuk Cegah Kepunahan Bahasa Ibu Perbesar

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) mendorong pemerintah daerah di Papua untuk segera menyusun kurikulum bahasa daerah sebagai langkah nyata mencegah kepunahan bahasa ibu di tanah Papua.

Dorongan tersebut disampaikan Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, MH. usai Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang menghadirkan akademisi dari Australian National University dan Universitas Cenderawasih.

Menurutnya keberadaan peraturan daerah terkait pelestarian bahasa daerah harus diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya menjadi dokumen arsip semata.

“Kita harapkan pemerintah daerah bisa bikin kurikulum bahasa daerah,” ujarnya.

Tekege menjelaskan, salah satu penyebab utama hilangnya bahasa daerah adalah minimnya penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga.

Banyak orang tua Papua, kata dia, tidak lagi menggunakan bahasa daerah di rumah sehingga anak-anak tidak memiliki kesempatan belajar bahasa ibu sejak kecil.

“Orang tua tidak berbicara bahasa daerah di rumah, lalu anak-anak juga tidak diajarkan. Akhirnya mereka menganggap bahasa daerah itu kuno,” katanya.

Selain itu, belum adanya kurikulum maupun tempat kursus bahasa daerah membuat generasi muda semakin jauh dari identitas budaya mereka.

Rektor mencontohkan apabila sekolah mewajibkan siswa mempelajari bahasa daerah tertentu, maka masyarakat akan terdorong mengikuti kursus dan mempelajarinya secara serius.

“Kalau ada kurikulum, pasti orang mau belajar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah membutuhkan dukungan semua pihak mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah hingga masyarakat adat.

USWIM berharap seminar internasional tersebut menjadi langkah awal membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Family Farming DKP Mimika Sasar Keluarga OAP di Mawokau Jaya

10 Juni 2026 - 12:57 WIB

IMG 20260610 WA0059

Aktivitas Warga Lancar, Polsek Kuala Kencana Pastikan Wilayahnya Aman dari Aksi Kriminalitas

10 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260610 WA0075

Dini Hari Jadi Waktu Rawan Curanmor, Polisi Kantongi Titik Terang Pelaku Lain

10 Juni 2026 - 12:24 WIB

IMG 20260609 WA0058

BPPRD Deiyai Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Melalui Sosialisasi Pajak dan Retribusi Daerah

10 Juni 2026 - 12:21 WIB

IMG 20260610 WA0058

OPINI : Bangkit Bersama

10 Juni 2026 - 08:46 WIB

IMG 20260610 WA0082
Trending di Headline