Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

USWIM Dorong Kurikulum Bahasa Daerah Papua untuk Cegah Kepunahan Bahasa Ibu

Etty Welerbadge-check


					USWIM Dorong Kurikulum Bahasa Daerah Papua untuk Cegah Kepunahan Bahasa Ibu Perbesar

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) mendorong pemerintah daerah di Papua untuk segera menyusun kurikulum bahasa daerah sebagai langkah nyata mencegah kepunahan bahasa ibu di tanah Papua.

Dorongan tersebut disampaikan Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, MH. usai Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang menghadirkan akademisi dari Australian National University dan Universitas Cenderawasih.

Menurutnya keberadaan peraturan daerah terkait pelestarian bahasa daerah harus diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya menjadi dokumen arsip semata.

“Kita harapkan pemerintah daerah bisa bikin kurikulum bahasa daerah,” ujarnya.

Tekege menjelaskan, salah satu penyebab utama hilangnya bahasa daerah adalah minimnya penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga.

Banyak orang tua Papua, kata dia, tidak lagi menggunakan bahasa daerah di rumah sehingga anak-anak tidak memiliki kesempatan belajar bahasa ibu sejak kecil.

“Orang tua tidak berbicara bahasa daerah di rumah, lalu anak-anak juga tidak diajarkan. Akhirnya mereka menganggap bahasa daerah itu kuno,” katanya.

Selain itu, belum adanya kurikulum maupun tempat kursus bahasa daerah membuat generasi muda semakin jauh dari identitas budaya mereka.

Rektor mencontohkan apabila sekolah mewajibkan siswa mempelajari bahasa daerah tertentu, maka masyarakat akan terdorong mengikuti kursus dan mempelajarinya secara serius.

“Kalau ada kurikulum, pasti orang mau belajar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah membutuhkan dukungan semua pihak mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah hingga masyarakat adat.

USWIM berharap seminar internasional tersebut menjadi langkah awal membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030

Bupati Deiyai Salurkan Bantuan Alat Tangkap Ikan kepada 450 Mama-Mama Nelayan Danau Tigi

27 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260627 WA0023

Satu Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan dengan Truk di Jalan SP 3 Mimika

27 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260627 WA0014

Polda Papua Ungkap Dua Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Ribuan Liter Disita

27 Juni 2026 - 12:21 WIB

IMG 20260627 WA0011

Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Empat Orang Masih Dicari

27 Juni 2026 - 12:15 WIB

IMG 20260627 WA0009
Trending di Headline