Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

USWIM Dorong Kurikulum Bahasa Daerah Papua untuk Cegah Kepunahan Bahasa Ibu

Etty Welerbadge-check


					USWIM Dorong Kurikulum Bahasa Daerah Papua untuk Cegah Kepunahan Bahasa Ibu Perbesar

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) mendorong pemerintah daerah di Papua untuk segera menyusun kurikulum bahasa daerah sebagai langkah nyata mencegah kepunahan bahasa ibu di tanah Papua.

Dorongan tersebut disampaikan Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, MH. usai Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang menghadirkan akademisi dari Australian National University dan Universitas Cenderawasih.

Menurutnya keberadaan peraturan daerah terkait pelestarian bahasa daerah harus diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya menjadi dokumen arsip semata.

“Kita harapkan pemerintah daerah bisa bikin kurikulum bahasa daerah,” ujarnya.

Tekege menjelaskan, salah satu penyebab utama hilangnya bahasa daerah adalah minimnya penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga.

Banyak orang tua Papua, kata dia, tidak lagi menggunakan bahasa daerah di rumah sehingga anak-anak tidak memiliki kesempatan belajar bahasa ibu sejak kecil.

“Orang tua tidak berbicara bahasa daerah di rumah, lalu anak-anak juga tidak diajarkan. Akhirnya mereka menganggap bahasa daerah itu kuno,” katanya.

Selain itu, belum adanya kurikulum maupun tempat kursus bahasa daerah membuat generasi muda semakin jauh dari identitas budaya mereka.

Rektor mencontohkan apabila sekolah mewajibkan siswa mempelajari bahasa daerah tertentu, maka masyarakat akan terdorong mengikuti kursus dan mempelajarinya secara serius.

“Kalau ada kurikulum, pasti orang mau belajar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah membutuhkan dukungan semua pihak mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah hingga masyarakat adat.

USWIM berharap seminar internasional tersebut menjadi langkah awal membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah Papua di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Rumah Sederhana, Nikodemus Awaiti Sambut Harapan Baru Lewat TMMD Kodim Mimika

13 Mei 2026 - 09:47 WIB

IMG 20260513 WA0040

Tutup Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua, Gubernur Sampaikan 5 Kesepakatan dan Catatan Penting

13 Mei 2026 - 09:05 WIB

IMG 20260513 180128

Pemkab Mimika Resmi Perpanjang Masa Jabatan 133 Kepala Kampung dan Bamuskam

13 Mei 2026 - 08:22 WIB

IMG 20260513 WA0039

Kepiting Bakau Mimika Tembus Malaysia, Karantina Papua Tengah Dorong Produk Lokal Go Internasional

13 Mei 2026 - 08:07 WIB

IMG 20260513 170551

BPN dan Pemkab Mimika Bentuk GTRA 2026, Dorong Lahan Produktif dan Cegah Konflik Pertanahan

13 Mei 2026 - 07:35 WIB

IMG 20260512 WA0026
Trending di Headline