NABIRE – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Papua Tengah tidak hanya diisi dengan upacara seremonial, tetapi juga ditandai dengan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan.
Bertempat di Mepa Boarding School, SP 2 Kali Semen, Nabire Barat, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa secara resmi meluncurkan SMP Negeri Pembina Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, namun pemerintah memiliki peran utama dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
“Hari Pendidikan Nasional ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memastikan bahwa setiap anak di Papua Tengah mendapatkan hak pendidikan. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya.
Peluncuran SLB Negeri Pembina ini secara khusus diarahkan untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak disabilitas di Papua Tengah, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.
Dalam nuansa penuh makna, Gubernur juga menyampaikan harapan spiritual atas berdirinya sekolah tersebut.
“Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kiranya sekolah ini menjadi berkat dan saluran pendidikan bagi anak-anak disabilitas di negeri ini, agar mereka memiliki masa depan yang sama seperti yang lain,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya SLB Negeri Pembina, diharapkan sistem pendidikan di Papua Tengah semakin terbuka, adaptif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.(MB)









