NABIRE — Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses kelulusan dan mendorong alumni agar lebih cepat memasuki dunia kerja melalui kebijakan baru wisuda dua kali dalam setahun.
Hal itu disampaikan Petrus Tekege kepada wartawan usai pelaksanaan wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Graha Bethesda, Karang Mulia, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, sejak awal masa kepemimpinannya periode 2025–2029, USWIM menetapkan kebijakan strategis berupa pelaksanaan wisuda dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan November.
“Wisuda tanggal 27 April 2026 ini merupakan periode pertama. Kemudian periode kedua akan dilaksanakan pada bulan November sesuai kalender akademik,” jelasnya.
Ia menuturkan, kebijakan ini diambil untuk menjawab persoalan lamanya waktu tunggu mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan akademik, seperti ujian proposal dan skripsi, namun harus menunggu hingga satu periode wisuda berikutnya.
“Selama ini ada mahasiswa yang sudah selesai ujian skripsi di bulan Februari atau Maret, tetapi harus menunggu sampai November untuk wisuda. Ini waktu yang cukup lama. Karena itu, kita ambil kebijakan dua kali wisuda agar alumni bisa lebih cepat mencari pekerjaan,” ujarnya.
Rektor juga menyebut bahwa sebagian mahasiswa mampu menyelesaikan studi dalam waktu relatif cepat, yakni sekitar 3 tahun 6 bulan, dan hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada wisuda periode pertama tahun 2026 ini, USWIM meluluskan sebanyak 99 mahasiswa. Namun ke depan, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat seiring dengan motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan studi lebih cepat.
“Tahun ini memang masih 99 orang, karena ini tahun pertama. Tahun depan bisa lebih banyak, karena ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir,” katanya.
Selain itu, pelaksanaan wisuda yang tidak dilakukan di lingkungan kampus disebut sebagai bagian dari upaya efisiensi sekaligus memperluas eksposur institusi kepada publik.
Lebih lanjut, Rektor USWIM menekankan harapannya kepada para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Kami harapkan alumni bisa terjun ke masyarakat, menjadi panutan, dan mampu menciptakan pekerjaan. Tidak harus menunggu PNS. Minimal bisa membuka peluang kerja bagi dua atau tiga orang, itu sudah menjadi kontribusi besar,” tegasnya.
Di luar agenda wisuda, Petrus Tekege juga mengungkapkan rencana USWIM untuk melakukan kajian ilmiah terkait pemanfaatan bahan lokal “bobo” yang selama ini identik dengan minuman keras tradisional.
Ia menjelaskan bahwa ke depan, USWIM akan bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun perguruan tinggi lain untuk mengembangkan potensi “bobo” menjadi produk bernilai ekonomis.
“Kami akan melakukan penelitian agar ‘bobo’ tidak hanya menjadi minuman yang memabukkan, tetapi bisa diolah menjadi produk lain, seperti pakan ternak atau industri khas daerah yang bisa menjadi oleh-oleh Papua Tengah,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. (MB)










