TIMIKA – Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Riswandy menapaki perjalanan besar dalam hidupnya. Pemuda kelahiran Timika, 17 Mei 2007 itu, tercatat sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) termuda asal Kabupaten Mimika tahun 2026.
Ia menjadi bagian dari 119 calon jemaah haji yang dilepas secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Selasa (28/4/2026). Namun bagi Riswandy, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan juga langkah untuk menunaikan cita-cita mendiang ayahnya.

Riswandy merupakan lulusan SMK Yapis Timika. Di tengah usianya yang masih muda dan belum berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, ia justru mendapat kesempatan langka untuk berangkat ke Tanah Suci menggantikan almarhum sang ayah.
Dengan senyum malu-malu, Riswandy mengaku bahagia bisa menjadi jemaah termuda dari Mimika.
“Pastinya senang bisa jadi jemaah haji termuda. Ini juga rezeki. Tidak semua orang bisa merasakan kesempatan seperti ini. Pokoknya senang dan bahagia,” ujarnya.
Ayahnya diketahui telah mendaftar haji sejak tahun 2013. Namun takdir berkata lain, sang ayah meninggal dunia pada 2021 sebelum sempat menunaikan ibadah tersebut.
Kini, Riswandy hadir membawa harapan keluarga untuk menyempurnakan niat yang dulu telah dirintis ayahnya.
Meski mengaku sempat gugup karena merasa persiapannya belum maksimal, Riswandy tetap optimistis dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
“Tapi insya Allah lancar,” katanya singkat.
Untuk mengurangi rasa gugup, ia mulai mempersiapkan diri dengan menjaga kondisi fisik dan kembali mempelajari ilmu agama sebagai bekal selama berada di Tanah Suci.
“Saya pelajari lagi supaya ada bekal di sana,” tuturnya.
Di akhir ceritanya, Riswandy menyampaikan pesan sederhana kepada generasi muda yang memiliki niat berhaji yakni jangan menunda pendaftaran.
“Kalau memang ada niat, daftar cepat-cepat. Karena menunggunya juga lama,” pungkasnya. (Cr1)










