Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Bupati Mimika Ungkap Sistem Baru, Kenaikan Pangkat ASN Lebih Fleksibel

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Ungkap Sistem Baru, Kenaikan Pangkat ASN Lebih Fleksibel Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan mekanisme kenaikan pangkat dalam sistem kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya hanya dilakukan dua kali dalam setahun resmi diperbarui menjadi lebih fleksibel, bahkan bisa dilakukan setiap bulan.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan baru ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap aturan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan sistem ini, ASN tidak lagi harus menunggu periode enam bulanan untuk memperoleh kenaikan pangkat, selama mereka telah memenuhi syarat administrasi dan kinerja.

“Ini hal biasa di dalam ASN. Hanya sekarang kenaikan pangkat itu di sistem BKN bisa dilakukan setiap bulan. Dulu kan setiap enam bulan, April dan Oktober. Kalau sekarang sudah saatnya kita naik pangkat, kita bisa naik pangkat,” ujar Johannes Rettob, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, sistem yang lebih dinamis ini juga memberi ruang bagi pegawai yang berprestasi untuk mendapatkan penghargaan lebih cepat atas kerja keras mereka. Ia berharap, perubahan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Bupati juga menegaskan agar para ASN tidak hanya berfokus pada kenaikan pangkat semata, tetapi juga pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Termasuk kinerja yang baik, disiplin, serta integritas tetap menjadi faktor utama dalam penilaian.

” Kalau sudah naik pangkat, tunjukkan kinerja. Jangan naik pangkat terus pemalas-pemalas, itu tidak boleh,” tegasnya.

Dengan adanya kemudahan naik pangkat ini, Johannes Rettob menegaskan dalam proses kenaikan pangkat bukan berarti mengurangi standar penilaian. Justru sebaliknya, ASN dituntut untuk semakin menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi seiring dengan jenjang karier yang meningkat. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News