Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Dinsos Deiyai Terapkan Pola Pemberdayaan Berputar, Beli dari Warga untuk Warga

Etty Welerbadge-check


					Dinsos Deiyai Terapkan Pola Pemberdayaan Berputar, Beli dari Warga untuk Warga Perbesar

DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Sosial terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kandang dan ternak babi kepada warga di Desa Yagu, Distrik Tigi Barat, Kamis (23/4/2026).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Deiyai, Yulita Mote, S.S., turun langsung memantau proses penyaluran bantuan sekaligus memberikan penjelasan terkait konsep pemberdayaan yang diterapkan dalam program tersebut.

IMG 20260424 WA0007

Berbeda dari pola bantuan konvensional, Dinas Sosial menerapkan mekanisme pemberdayaan berputar. Dalam skema ini, pemerintah membeli bibit ternak dari masyarakat lokal yang telah memiliki usaha ternak, kemudian menyalurkannya kembali kepada warga lain yang belum memiliki.

Melalui pola tersebut, bantuan tidak hanya menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga yang menjadi penyedia bibit ternak.

Salah satu bibit ternak yang disalurkan dalam program ini, misalnya, dibeli dari seorang janda di Desa Waghete II, Distrik Tigi. Model ini dinilai sebagai bentuk pemberdayaan yang mendorong solidaritas dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Intinya, pemerintah membeli bibit dari masyarakat Deiyai dan mengembalikannya lagi kepada masyarakat. Masyarakat harus saling memberdayakan, sementara pemerintah menjadi jembatan agar manfaat ekonomi ini dirasakan bersama,” ujar Yulita.

Selain sektor peternakan, Dinas Sosial juga berencana menerapkan pola serupa pada sektor perikanan pada tahun ini. Skema yang disiapkan berupa pertukaran komoditas, di mana pembudidaya ikan nila akan menerima bantuan ikan mas, dan sebaliknya.

IMG 20260424 WA0004

Langkah ini diharapkan dapat memperluas variasi usaha produktif masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Deiyai yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi kelompok Daba (masyarakat miskin), Dobiyo (yatim piatu), serta Miyaa (janda dan duda).

Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga mendorong terciptanya siklus pemberdayaan yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakerda Pemuda Katolik Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemuda dan Pemerintah

24 April 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260424 WA0058

Pemuda Katolik Papua Tengah Gelar Rakerda Perdana, Dorong Kemitraan Strategis dengan Pemerintah

24 April 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260424 WA0029

Papua Tengah Memanas, Kunjungan Berjalan: Mengapa Mama Papua Tetap di Pinggir

24 April 2026 - 08:34 WIB

IMG 20260424 WA0011

Ratusan Personel Satgas TMMD Ke-128 Berangkat Menuju Kampung Keakwa

23 April 2026 - 15:27 WIB

IMG 20260422 WA0167

Material TMMD ke-128 Disalurkan ke Kampung Keakwa, Pembangunan Resmi Dimulai

23 April 2026 - 15:23 WIB

IMG 20260422 WA0159
Trending di Headline