Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina 

Etty Welerbadge-check


					Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina  Perbesar

TIMIKA – Warga Timika mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat terlihat harus mengantre di sejumlah agen, termasuk di PT Mitra Indimatam yang berada di Nawaripi, Kelurahan Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah demi memperoleh tabung gas.

Pemilik PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa permintaan pasokan sebenarnya sudah dikirim ke Makassar seperti prosedur biasa, termasuk pengiriman tabung kosong. Namun, muncul kendala berupa pembatasan kuota dari wilayah tersebut, yang berdampak pada tersendatnya distribusi kembali ke Timika.

Ia juga menegaskan bahwa pembelian LPG memang dibatasi satu tabung per rumah tangga. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah adanya oknum yang membeli dalam jumlah banyak lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi, sehingga memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan.

“Ini hanya menunggu supply dari Sulsel, tidak kosong. Masalahnya, kasihan masyarakat di sini antre. Saya juga tidak mau orang-orang membeli di sini lalu menjual seenaknya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (06/04/2026).

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, menyampaikan bahwa pembatasan tersebut bertujuan menjaga agar stok LPG tidak benar-benar kosong di Timika.

Untuk sementara, hanya satu agen yang masih aktif berjualan, yakni PT Mitra Indimatam di Nawaripi. Dua agen lainnya belum beroperasi karena stok masih dalam proses pengiriman dan diperkirakan segera tiba.

Ia menjelaskan, stok LPG masih aman. Untuk stok tabung yang 5,5 kg ada sekitar 2000, stok 12 Kg di kisaran 1000. Dan bisa bertahan hingga 5 sampai 6 hari ke depan.

“Kita atur pengambilan perharinya, supaya stok itu tidak habis total di Timika, makanya kita batasi. Jadi masyarakat bisa membeli satu per rumah tangga,” ucapnya.

Ke depannya, distribusi LPG akan ditingkatkan melalui skema suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Papua Maluku. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi dan mengurangi keterlambatan pasokan. Dan sementara dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah.

“Sedang kami perhitungkan dan koordinasikan. Nanti diupdate lagi untuk kapan tanggal pastinya. Yang pastinya kebijakan yang diambil nantinya akan bareng Pemda demi mementingkan kepentingan masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News