Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina 

Etty Welerbadge-check


					Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina  Perbesar

TIMIKA – Warga Timika mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat terlihat harus mengantre di sejumlah agen, termasuk di PT Mitra Indimatam yang berada di Nawaripi, Kelurahan Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah demi memperoleh tabung gas.

Pemilik PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa permintaan pasokan sebenarnya sudah dikirim ke Makassar seperti prosedur biasa, termasuk pengiriman tabung kosong. Namun, muncul kendala berupa pembatasan kuota dari wilayah tersebut, yang berdampak pada tersendatnya distribusi kembali ke Timika.

Ia juga menegaskan bahwa pembelian LPG memang dibatasi satu tabung per rumah tangga. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah adanya oknum yang membeli dalam jumlah banyak lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi, sehingga memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan.

“Ini hanya menunggu supply dari Sulsel, tidak kosong. Masalahnya, kasihan masyarakat di sini antre. Saya juga tidak mau orang-orang membeli di sini lalu menjual seenaknya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (06/04/2026).

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, menyampaikan bahwa pembatasan tersebut bertujuan menjaga agar stok LPG tidak benar-benar kosong di Timika.

Untuk sementara, hanya satu agen yang masih aktif berjualan, yakni PT Mitra Indimatam di Nawaripi. Dua agen lainnya belum beroperasi karena stok masih dalam proses pengiriman dan diperkirakan segera tiba.

Ia menjelaskan, stok LPG masih aman. Untuk stok tabung yang 5,5 kg ada sekitar 2000, stok 12 Kg di kisaran 1000. Dan bisa bertahan hingga 5 sampai 6 hari ke depan.

“Kita atur pengambilan perharinya, supaya stok itu tidak habis total di Timika, makanya kita batasi. Jadi masyarakat bisa membeli satu per rumah tangga,” ucapnya.

Ke depannya, distribusi LPG akan ditingkatkan melalui skema suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Papua Maluku. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi dan mengurangi keterlambatan pasokan. Dan sementara dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah.

“Sedang kami perhitungkan dan koordinasikan. Nanti diupdate lagi untuk kapan tanggal pastinya. Yang pastinya kebijakan yang diambil nantinya akan bareng Pemda demi mementingkan kepentingan masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

23 Calon Anggota BPK Bakal Diuji Komite IV DPD RI Akhir September

12 September 2026 - 05:54 WIB

FB IMG

Ketua Komite IV DPD RI Apresiasi Program Pembukaan Rekening untuk 200 Juta Warga, BPD Jangan Ditinggalkan

12 September 2026 - 05:49 WIB

Q

Mama Makdalena Masih Membaca di Usia 56 Tahun, Jadi Tamparan bagi Kemalasan Anak Muda

11 September 2026 - 13:29 WIB

IMG 20260911 WA0015

Penyulutan Obor Prasetya Tandai Peringatan HUT ke-81 RRI di Nabire

11 September 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260911 WA0002

Pemkab Nabire Percepat Program Pengembangan Padi PM-AAS Seluas 567 Hektare

11 September 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260911 WA0001
Trending di Headline