Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina 

Etty Welerbadge-check


					Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina  Perbesar

TIMIKA – Warga Timika mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat terlihat harus mengantre di sejumlah agen, termasuk di PT Mitra Indimatam yang berada di Nawaripi, Kelurahan Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah demi memperoleh tabung gas.

Pemilik PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa permintaan pasokan sebenarnya sudah dikirim ke Makassar seperti prosedur biasa, termasuk pengiriman tabung kosong. Namun, muncul kendala berupa pembatasan kuota dari wilayah tersebut, yang berdampak pada tersendatnya distribusi kembali ke Timika.

Ia juga menegaskan bahwa pembelian LPG memang dibatasi satu tabung per rumah tangga. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah adanya oknum yang membeli dalam jumlah banyak lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi, sehingga memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan.

“Ini hanya menunggu supply dari Sulsel, tidak kosong. Masalahnya, kasihan masyarakat di sini antre. Saya juga tidak mau orang-orang membeli di sini lalu menjual seenaknya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (06/04/2026).

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, menyampaikan bahwa pembatasan tersebut bertujuan menjaga agar stok LPG tidak benar-benar kosong di Timika.

Untuk sementara, hanya satu agen yang masih aktif berjualan, yakni PT Mitra Indimatam di Nawaripi. Dua agen lainnya belum beroperasi karena stok masih dalam proses pengiriman dan diperkirakan segera tiba.

Ia menjelaskan, stok LPG masih aman. Untuk stok tabung yang 5,5 kg ada sekitar 2000, stok 12 Kg di kisaran 1000. Dan bisa bertahan hingga 5 sampai 6 hari ke depan.

“Kita atur pengambilan perharinya, supaya stok itu tidak habis total di Timika, makanya kita batasi. Jadi masyarakat bisa membeli satu per rumah tangga,” ucapnya.

Ke depannya, distribusi LPG akan ditingkatkan melalui skema suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Papua Maluku. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi dan mengurangi keterlambatan pasokan. Dan sementara dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah.

“Sedang kami perhitungkan dan koordinasikan. Nanti diupdate lagi untuk kapan tanggal pastinya. Yang pastinya kebijakan yang diambil nantinya akan bareng Pemda demi mementingkan kepentingan masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline