Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina 

Etty Welerbadge-check


					Terkendala Kuota Sebabkan Antrian Pembelian LPG di Timika,  Ini Penjelasan Pertamina  Perbesar

TIMIKA – Warga Timika mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat terlihat harus mengantre di sejumlah agen, termasuk di PT Mitra Indimatam yang berada di Nawaripi, Kelurahan Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah demi memperoleh tabung gas.

Pemilik PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa permintaan pasokan sebenarnya sudah dikirim ke Makassar seperti prosedur biasa, termasuk pengiriman tabung kosong. Namun, muncul kendala berupa pembatasan kuota dari wilayah tersebut, yang berdampak pada tersendatnya distribusi kembali ke Timika.

Ia juga menegaskan bahwa pembelian LPG memang dibatasi satu tabung per rumah tangga. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah adanya oknum yang membeli dalam jumlah banyak lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi, sehingga memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan.

“Ini hanya menunggu supply dari Sulsel, tidak kosong. Masalahnya, kasihan masyarakat di sini antre. Saya juga tidak mau orang-orang membeli di sini lalu menjual seenaknya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (06/04/2026).

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, menyampaikan bahwa pembatasan tersebut bertujuan menjaga agar stok LPG tidak benar-benar kosong di Timika.

Untuk sementara, hanya satu agen yang masih aktif berjualan, yakni PT Mitra Indimatam di Nawaripi. Dua agen lainnya belum beroperasi karena stok masih dalam proses pengiriman dan diperkirakan segera tiba.

Ia menjelaskan, stok LPG masih aman. Untuk stok tabung yang 5,5 kg ada sekitar 2000, stok 12 Kg di kisaran 1000. Dan bisa bertahan hingga 5 sampai 6 hari ke depan.

“Kita atur pengambilan perharinya, supaya stok itu tidak habis total di Timika, makanya kita batasi. Jadi masyarakat bisa membeli satu per rumah tangga,” ucapnya.

Ke depannya, distribusi LPG akan ditingkatkan melalui skema suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Papua Maluku. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi dan mengurangi keterlambatan pasokan. Dan sementara dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah.

“Sedang kami perhitungkan dan koordinasikan. Nanti diupdate lagi untuk kapan tanggal pastinya. Yang pastinya kebijakan yang diambil nantinya akan bareng Pemda demi mementingkan kepentingan masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline