TIMIKA – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Mimika yang berlangsung di Bali Room Hotel Grand Tembaga menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola organisasi olahraga sekaligus memperkuat komitmen peningkatan prestasi atlet di Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini diharapkan mampu menjadi titik balik kebangkitan olahraga Mimika, setelah sempat mengalami dinamika dalam beberapa tahun terakhir.
Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tebai, menegaskan Musorkablub bukan sekadar agenda organisasi, tetapi langkah strategis dalam memperkuat fondasi olahraga daerah menghadapi berbagai agenda besar ke depan.
“Olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut prestasi serta harkat dan martabat daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran kepengurusan baru untuk bekerja maksimal serta membangun koordinasi yang solid dengan seluruh cabang olahraga (cabor), agar pembinaan dapat berjalan merata dan berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan ke depan tidak ringan. Selain mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi dalam waktu dekat, pembinaan jangka panjang juga harus diarahkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT dan NTB.
“Kita ingin seluruh cabor, khususnya di Mimika, dibina secara maksimal agar mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Yeki juga mengingatkan pentingnya penataan administrasi, terutama terkait legalitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabor, menyusul perubahan wilayah provinsi yang menuntut penyesuaian struktur organisasi.
Ia menyebut Mimika menjadi daerah pertama yang menerbitkan SK baru, meski Musorkablub ini tetap merupakan kelanjutan kepengurusan periode 2023–2027.
“Kami berharap kepengurusan ini bisa berjalan hingga 2027 dan menjadi dasar yang kuat untuk pembentukan kepengurusan berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menilai Musorkablub menjadi momen krusial untuk memperbaiki tata kelola olahraga yang sebelumnya dinilai belum stabil.
Ia mengungkapkan, dinamika yang terjadi sejak 2022 berdampak pada perjalanan prestasi olahraga di Mimika.
“Proses sebelumnya sempat mengalami diskualifikasi dan penunjukan tanpa musyawarah. Ini yang membuat pembinaan olahraga menjadi tidak berjalan optimal,” ungkapnya.
Meski demikian, Johannes mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Musorkablub sebagai titik awal pembenahan organisasi dan memperkuat konsolidasi.
“Yang terpenting sekarang adalah kebersamaan. Ini momentum untuk memperbaiki tata kelola olahraga agar lebih profesional dan terarah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih terpusatnya pembinaan olahraga di wilayah kota Timika, sementara potensi atlet di kampung-kampung belum tergarap maksimal.
“Kita punya wilayah luas dari gunung sampai pesisir, tetapi pembinaan masih terfokus di kota. Bisa jadi ada banyak talenta hebat di kampung yang belum tersentuh,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong kepengurusan baru agar mampu menjangkau seluruh wilayah Mimika, termasuk melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten sebagai ajang pencarian bibit atlet potensial.
“Pemerintah siap mendukung. Kita harus menjaring talenta terbaik, baik dari kota maupun kampung,” tutupnya. (Red)







