Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

OMK St. Stefanus Sempan Timika Gelar Jalan Salib Hidup, Ajak Umat Hayati Makna Pengorbanan Yesus

Etty Welerbadge-check


					OMK St. Stefanus Sempan Timika Gelar Jalan Salib Hidup, Ajak Umat Hayati Makna Pengorbanan Yesus Perbesar

TIMIKA – Orang Muda Katolik (OMK) St. Stefanus Sempan, Timika, menggelar Jalan Salib hidup (tablo) yang diikuti ratusan umat Katolik, Jumat (3/4/2026).

Prosesi dimulai dari pelataran Gedung Tongkonan di Jalan Samratulangi dan berakhir di Gereja St. Stefanus Sempan Timika. Jalan Salib ini menampilkan 14 perhentian, mulai dari saat Yesus dijatuhi hukuman mati hingga wafat dan dimakamkan.

IMG 20260403 WA0005

Setiap perhentian menggambarkan peristiwa sengsara Yesus yang menjadi bahan perenungan umat, sekaligus mengajak mereka memahami lebih dalam makna penderitaan dan pengorbanan-Nya.

Para anggota OMK berupaya menampilkan setiap adegan secara maksimal sesuai kisah Kitab Suci, sehingga mampu menyentuh hati umat yang mengikuti prosesi tersebut.

Pater Gabriel Ngaa, OFM, mengatakan bahwa Jalan Salib hidup yang diperankan OMK bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan makna penderitaan Yesus sebagai bukti cinta kepada umat manusia.

Menurutnya, nilai pengorbanan dan keberanian yang diteladankan Yesus dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membela hak-hak orang tertindas dan menjadi pembawa damai.

“Di tengah berbagai konflik di Papua, umat dipanggil untuk menghadirkan perdamaian dan persatuan, bukan memperbesar perpecahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam hal sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang tanggung jawab manusia merawat bumi sebagai rumah bersama.

“Sampah bisa merusak lingkungan sekaligus membahayakan manusia. Kita harus mulai dari kesadaran kecil untuk hidup tertib dalam mengelola sampah,” katanya.

Selain itu, Pater Gabriel menilai kegiatan ini juga menumbuhkan nilai kebersamaan di kalangan OMK. Proses persiapan hingga pementasan melatih kesabaran, kerja sama, serta semangat berbagi.

Ia berharap, drama Jalan Salib tidak berhenti sebagai pertunjukan semata, tetapi mampu dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, OMK diharapkan berani berkorban dan menghadapi berbagai tantangan demi kebaikan,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antonius Kemong Terpilih Aklamasi, Siap Bawa KONI Mimika Fokus Pembinaan hingga Kampung

1 Mei 2026 - 07:27 WIB

IMG 20260501 WA0013

Musorkablub KONI Mimika Digelar, Bupati Ajak Benahi Tata Kelola dan Perluas Pembinaan Atlet

1 Mei 2026 - 06:43 WIB

20260501

400 Personel Gabungan Siaga, Pengamanan May Day di Mimika Diperketat

1 Mei 2026 - 05:49 WIB

IMG 20260501 WA0065

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei

1 Mei 2026 - 05:11 WIB

IMG 20260501 WA0037

Dana Otsus Papua Dipulihkan, Fokus pada Kualitas Belanja dan Target Pembangunan

30 April 2026 - 16:33 WIB

IMG 20260430 WA0045
Trending di Headline