Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

OMK St. Stefanus Sempan Timika Gelar Jalan Salib Hidup, Ajak Umat Hayati Makna Pengorbanan Yesus

Etty Welerbadge-check


					OMK St. Stefanus Sempan Timika Gelar Jalan Salib Hidup, Ajak Umat Hayati Makna Pengorbanan Yesus Perbesar

TIMIKA – Orang Muda Katolik (OMK) St. Stefanus Sempan, Timika, menggelar Jalan Salib hidup (tablo) yang diikuti ratusan umat Katolik, Jumat (3/4/2026).

Prosesi dimulai dari pelataran Gedung Tongkonan di Jalan Samratulangi dan berakhir di Gereja St. Stefanus Sempan Timika. Jalan Salib ini menampilkan 14 perhentian, mulai dari saat Yesus dijatuhi hukuman mati hingga wafat dan dimakamkan.

IMG 20260403 WA0005

Setiap perhentian menggambarkan peristiwa sengsara Yesus yang menjadi bahan perenungan umat, sekaligus mengajak mereka memahami lebih dalam makna penderitaan dan pengorbanan-Nya.

Para anggota OMK berupaya menampilkan setiap adegan secara maksimal sesuai kisah Kitab Suci, sehingga mampu menyentuh hati umat yang mengikuti prosesi tersebut.

Pater Gabriel Ngaa, OFM, mengatakan bahwa Jalan Salib hidup yang diperankan OMK bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan makna penderitaan Yesus sebagai bukti cinta kepada umat manusia.

Menurutnya, nilai pengorbanan dan keberanian yang diteladankan Yesus dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membela hak-hak orang tertindas dan menjadi pembawa damai.

“Di tengah berbagai konflik di Papua, umat dipanggil untuk menghadirkan perdamaian dan persatuan, bukan memperbesar perpecahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam hal sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang tanggung jawab manusia merawat bumi sebagai rumah bersama.

“Sampah bisa merusak lingkungan sekaligus membahayakan manusia. Kita harus mulai dari kesadaran kecil untuk hidup tertib dalam mengelola sampah,” katanya.

Selain itu, Pater Gabriel menilai kegiatan ini juga menumbuhkan nilai kebersamaan di kalangan OMK. Proses persiapan hingga pementasan melatih kesabaran, kerja sama, serta semangat berbagi.

Ia berharap, drama Jalan Salib tidak berhenti sebagai pertunjukan semata, tetapi mampu dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, OMK diharapkan berani berkorban dan menghadapi berbagai tantangan demi kebaikan,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi

26 Agustus 2026 - 13:30 WIB

IMG 20260826 WA0058

Anak Masih Berkeliaran hingga Larut Malam Jadi Perhatian, DP3AP2KB Dorong Penanganan Lintas Sektor

26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260826 WA0044

Bupati Johannes Rettob Siap Lantik Koordinator KONI Distrik, Perkuat Pembinaan Olahraga hingga Kampung

26 Agustus 2026 - 13:15 WIB

20260826

Profiling ASN Kabupaten Mimika 2026 Dimulai, Bupati Tekankan Pentingnya Pemetaan Kompetensi

26 Agustus 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260826 214306

Mimika for NTT, Saat Kepedulian Disatukan dalam Konser Amal dan 1.000 Lilin

26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

IMG 20260826 WA0043
Trending di Headline