Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

OMK St. Stefanus Sempan Timika Gelar Jalan Salib Hidup, Ajak Umat Hayati Makna Pengorbanan Yesus

Etty Welerbadge-check


					OMK St. Stefanus Sempan Timika Gelar Jalan Salib Hidup, Ajak Umat Hayati Makna Pengorbanan Yesus Perbesar

TIMIKA – Orang Muda Katolik (OMK) St. Stefanus Sempan, Timika, menggelar Jalan Salib hidup (tablo) yang diikuti ratusan umat Katolik, Jumat (3/4/2026).

Prosesi dimulai dari pelataran Gedung Tongkonan di Jalan Samratulangi dan berakhir di Gereja St. Stefanus Sempan Timika. Jalan Salib ini menampilkan 14 perhentian, mulai dari saat Yesus dijatuhi hukuman mati hingga wafat dan dimakamkan.

IMG 20260403 WA0005

Setiap perhentian menggambarkan peristiwa sengsara Yesus yang menjadi bahan perenungan umat, sekaligus mengajak mereka memahami lebih dalam makna penderitaan dan pengorbanan-Nya.

Para anggota OMK berupaya menampilkan setiap adegan secara maksimal sesuai kisah Kitab Suci, sehingga mampu menyentuh hati umat yang mengikuti prosesi tersebut.

Pater Gabriel Ngaa, OFM, mengatakan bahwa Jalan Salib hidup yang diperankan OMK bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan makna penderitaan Yesus sebagai bukti cinta kepada umat manusia.

Menurutnya, nilai pengorbanan dan keberanian yang diteladankan Yesus dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membela hak-hak orang tertindas dan menjadi pembawa damai.

“Di tengah berbagai konflik di Papua, umat dipanggil untuk menghadirkan perdamaian dan persatuan, bukan memperbesar perpecahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam hal sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang tanggung jawab manusia merawat bumi sebagai rumah bersama.

“Sampah bisa merusak lingkungan sekaligus membahayakan manusia. Kita harus mulai dari kesadaran kecil untuk hidup tertib dalam mengelola sampah,” katanya.

Selain itu, Pater Gabriel menilai kegiatan ini juga menumbuhkan nilai kebersamaan di kalangan OMK. Proses persiapan hingga pementasan melatih kesabaran, kerja sama, serta semangat berbagi.

Ia berharap, drama Jalan Salib tidak berhenti sebagai pertunjukan semata, tetapi mampu dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, OMK diharapkan berani berkorban dan menghadapi berbagai tantangan demi kebaikan,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline