BUSAN – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, resmi menerima gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari Korean Maritime and Ocean University (KMOU), Busan, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026).
Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan komitmen Sultan dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, serta advokasinya terhadap pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di lingkungan kampus KMOU dan dipimpin langsung oleh Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun. Acara tersebut turut dihadiri jajaran akademisi, promotor, serta perwakilan dari Indonesia dan Korea Selatan.
Dengan penghargaan ini, Sultan menjadi tokoh nasional Indonesia kedua yang menerima gelar kehormatan dari KMOU, setelah Megawati Soekarnoputri pada tahun 2015.
Dalam orasi ilmiahnya, Sultan menegaskan bahwa laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban dunia. Ia menilai sektor kemaritiman menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama global yang berkelanjutan.
“Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,” ujar Sultan.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama internasional harus diarahkan tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial, sejalan dengan konsep ekonomi biru dan ekonomi hijau.
Pihak KMOU menyebut, penghargaan tersebut diberikan karena kiprah Sultan yang dinilai konsisten memperkuat diplomasi internasional Indonesia, khususnya dalam bidang kemaritiman dan pembangunan wilayah kepulauan.
Selain penganugerahan gelar, kunjungan Sultan ke Busan juga diisi dengan agenda strategis, termasuk peluncuran forum kerja sama maritim antara Indonesia dan Korea Selatan sebagai langkah konkret memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Sultan menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa gelar kehormatan ini menjadi tanggung jawab moral untuk terus memperkuat kolaborasi internasional serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.








