Menu

Mode Gelap
HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

Headline

Koalisi HAM Papua Desak Penghentian Operasi Keamanan dan Pembentukan Tim Pencari Fakta di Dogiai

Etty Welerbadge-check


					Koalisi HAM Papua Desak Penghentian Operasi Keamanan dan Pembentukan Tim Pencari Fakta di Dogiai Perbesar

DOGIAI – Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua mendesak aparat keamanan serta pemerintah daerah untuk segera menghentikan pendekatan keamanan di Kabupaten Dogiai, menyusul insiden kekerasan yang terjadi pada 31 Maret 2026.

Dalam siaran pers bernomor 006/SP-KPHHP/III/2026 yang diterima media, koalisi menilai operasi penyisiran yang dilakukan aparat pasca meninggalnya seorang aparat keamanan berinisial JE justru memperparah situasi dan menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.

Koalisi menyebutkan, berdasarkan bukti elektronik berupa foto dan video yang beredar di media sosial, terdapat sedikitnya empat warga sipil yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di sejumlah lokasi, termasuk di dalam rumah dan di pinggir jalan. Selain itu, dilaporkan pula adanya pembakaran kendaraan milik warga serta sopir angkutan yang terpaksa melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.

Menurut koalisi, peristiwa tersebut menunjukkan adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup, bebas dari penyiksaan, serta hak atas rasa aman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Operasi yang diduga sebagai bentuk balas dendam atas meninggalnya aparat justru menambah deretan korban jiwa dan kerugian harta benda di kalangan masyarakat sipil,” demikian kutipan dalam siaran pers tersebut.

Koalisi juga menegaskan bahwa negara, melalui pemerintah, memiliki tanggung jawab utama dalam perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM bagi seluruh warga negara, termasuk masyarakat sipil di Dogiai.

Sebagai langkah penyelesaian, koalisi mendesak agar dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur legislatif dan aparat keamanan.

Tim tersebut diharapkan dapat mengungkap secara objektif pelaku kekerasan terhadap aparat keamanan maupun masyarakat sipil, sekaligus memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.

Selain itu, koalisi juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak-pihak terkait, di antaranya:

* Komisi Nasional Hak Asasi Manusia diminta segera berkoordinasi dengan Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua Tengah untuk menghentikan operasi keamanan yang dinilai berdampak pada warga sipil.

* Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua Tengah diminta menarik dan mengendalikan aparat di lapangan.

* Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPRP diminta segera memfasilitasi pembentukan Tim Pencari Fakta.

* Pemerintah Kabupaten Dogiai bersama DPRD, tokoh agama, dan tokoh pemuda diminta aktif terlibat dalam upaya penanganan konflik secara damai.

Koalisi menegaskan bahwa pembentukan Tim Pencari Fakta merupakan bagian penting dalam menjamin hak masyarakat untuk memperoleh keadilan tanpa diskriminasi, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Siaran pers ini ditandatangani oleh sejumlah organisasi yang tergabung dalam koalisi, antara lain LBH Papua, PAHAM Papua, ALDP, Elsham Papua, KontraS Papua, hingga Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gegerkan Para Pendulang Emas, Sesosok Mayat Pria Ditemukan Gantung Diri di Mile 21 Timika

25 Juli 2026 - 04:21 WIB

IMG 20260725 WA0055

Diduga Dibunuh, Tukang Ojek Ditemukan Tewas Bersimbah Luka di Parit Jalan SP 2–SP 5 Mimika

25 Juli 2026 - 04:17 WIB

IMG 20260725 WA0042

Ribuan Umat Buddha Berbagai Negara Baca Tipitaka di Borobudur, Perdalam Pemahaman Dhamma

24 Juli 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260724 WA0032

Dinkes Mimika Prioritaskan Pembangunan Puskesmas dan Rumah Dinas hingga Wilayah Pedalaman

24 Juli 2026 - 13:49 WIB

IMG 20260724 WA0040

Disbudpar Dogiyai dan KO’SAPA Siapkan Gerakan Taman Belajar Rakyat untuk Lestarikan Budaya Kampung

24 Juli 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260724 WA0051
Trending di Headline