Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga

Etty Welerbadge-check


					Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga Perbesar

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Menurut Menag, perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Idulfitri 1447 H. Ia menilai, pertemuan dua momentum keagamaan tersebut menjadi simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman.

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,” tegasnya.

Menag menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan sebagai bangsa. Nilai itu, kata dia, juga tercermin dalam ajaran Catur Brata Penyepian yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi.

Melalui Amati Geni, umat diajak memadamkan api dalam diri seperti amarah dan egoisme. Sementara Amati Karya menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari aktivitas fisik dan melakukan introspeksi.

Kemudian, Amati Lelungan mengajarkan untuk tidak bepergian, memberi kesempatan bagi alam untuk beristirahat dan memulihkan keseimbangan. Adapun Amati Lelanguan mendorong umat melepaskan hiburan duniawi demi menemukan kejernihan batin.

“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,” ujar Menag.

Menag optimistis, semangat Vasudhaiva Kutumbakam akan terus mendorong umat Hindu berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia.

“Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua,” tandasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News