Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Hukrim

MenHAM Pigai Kecam Keras Teror Air Keras terhadap Aktivis HAM

adminbadge-check


					MenHAM Pigai Kecam Keras Teror Air Keras terhadap Aktivis HAM Perbesar

Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan semacam itu tidak boleh terjadi dan negara tidak akan mentoleransi praktik premanisme terhadap aktivis maupun warga sipil.

Pigai meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku serta pihak yang berada di balik serangan itu. Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga negara dari tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan dan hak asasi manusia.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie Yunus baru saja selesai mengikuti kegiatan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ia kemudian diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan keras ke tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Informasi dari pihak organisasi menyebutkan korban mengalami luka bakar hingga sekitar 24 persen pada tubuhnya.

Sejumlah pihak turut mengecam peristiwa ini. Tokoh masyarakat dan pejabat negara mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut, karena tindakan itu dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat dan keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Pihak kepolisian sendiri menyatakan telah melakukan penyelidikan dan menelusuri sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Kapolri juga disebut memberikan perhatian khusus agar kasus ini dapat diusut secara tuntas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antonius Kemong Terpilih Aklamasi, Siap Bawa KONI Mimika Fokus Pembinaan hingga Kampung

1 Mei 2026 - 07:27 WIB

IMG 20260501 WA0013

Musorkablub KONI Mimika Digelar, Bupati Ajak Benahi Tata Kelola dan Perluas Pembinaan Atlet

1 Mei 2026 - 06:43 WIB

20260501

400 Personel Gabungan Siaga, Pengamanan May Day di Mimika Diperketat

1 Mei 2026 - 05:49 WIB

IMG 20260501 WA0065

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei

1 Mei 2026 - 05:11 WIB

IMG 20260501 WA0037

Dana Otsus Papua Dipulihkan, Fokus pada Kualitas Belanja dan Target Pembangunan

30 April 2026 - 16:33 WIB

IMG 20260430 WA0045
Trending di Headline