DEIYAI – Dinas Sosial Kabupaten Deiyai menyalurkan Program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia berupa bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I periode Januari–Maret 2026 (Batch MA-A01). Kegiatan penyaluran berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Dinas Sosial Deiyai di Waghete, Sabtu (07/03/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Deiyai Simon Mote, S.STP yang mewakili Bupati Deiyai, Kepala Dinas Sosial Yulita Mote, S.S, unsur Forkopimka Distrik Tigi seperti Kapolsek dan Danramil Tigi, para kepala distrik, kepala kampung, serta perwakilan tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh adat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Deiyai, Yulita Mote, menjelaskan bahwa total bantuan sosial yang akan disalurkan kepada masyarakat mencapai sekitar Rp12 miliar yang terbagi dalam dua jenis bantuan, yakni bantuan sembako berupa beras dan bantuan uang melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

“Bantuan sembako berupa beras akan disalurkan kepada masyarakat di 67 kampung serta beberapa kelompok khusus seperti asrama. Sementara bantuan uang melalui PKH dengan total sekitar Rp5 miliar akan disalurkan melalui rekening Bank BRI bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan,” jelasnya.
Ia menambahkan, karena penyaluran tahap pertama ini bertepatan dengan momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah mengambil kebijakan teknis agar bantuan uang dapat dikoordinasikan melalui kepala kampung guna mempermudah penyaluran kepada masyarakat penerima manfaat.
“Kami mewakili Bupati mengambil kebijakan untuk menyerahkan bagian bantuan uang kepada kepala kampung. Nantinya akan ada undangan khusus untuk membahas teknis pembagian bantuan yang berbentuk uang tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, tuna netra, serta warga dengan keterbatasan mobilitas.
“Apabila terdapat kendala dalam pendataan penerima manfaat, pemerintah kampung dapat berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Pada hari Senin mendatang juga akan dilaksanakan rapat bersama pemerintah kampung untuk membahas secara rinci mekanisme penyaluran bantuan,” tambah Yulita.
Sementara itu, Asisten I Setda Deiyai Simon Mote dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Deiyai melalui program bantuan sosial tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan bantuan sosial bagi masyarakat Deiyai. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan,” ungkapnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Dinas Sosial Kabupaten Deiyai yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan melaksanakan penyaluran bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada Dinas Sosial yang telah berupaya maksimal sehingga program bantuan ini dapat tersalurkan kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Simon menekankan pentingnya ketepatan data penerima bantuan agar program sosial dari pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi dalam pendataan antara Dinas Sosial dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Deiyai agar data penerima manfaat semakin akurat,” tegasnya.
Dengan adanya penyaluran bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 ini, pemerintah daerah berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Deiyai. (SK)








