Menu ✖

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah

Headline

Legislator Dogiyai Manfred Nawipa Kecam Penembakan Warga Sipil Yoneas Yobe

Etty Welerbadge-check


					Legislator Dogiyai Manfred Nawipa Kecam Penembakan Warga Sipil Yoneas Yobe Perbesar

DOGIYAI – Anggota legislatif Kabupaten Dogiyai, Manfred Nawipa, mengecam keras insiden penembakan terhadap seorang warga sipil bernama Yoneas Yobe yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.20 WIT.

Menurut Nawipa, kedua pemuda yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan warga setempat yang biasa berbelanja di sebuah kios di lokasi kejadian. Saat itu, mereka membeli beras dan rokok sebelum hendak meninggalkan tempat tersebut menggunakan sepeda motor.

Namun, pemilik kios kemudian menuduh bahwa barang yang dibeli belum dibayar. Tuduhan itu memicu keributan hingga aparat keamanan datang untuk mengendalikan situasi.

“Dalam situasi itu, Yoneas Yobe terkena tembakan di bagian dagu,” kata Nawipa kepada wartawan melalui pesan elektronik, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit dan kondisinya masih kritis sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Nawipa menilai tindakan aparat yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil tidak dapat dibenarkan.

“Saya sangat mengecam tindakan TNI/Polri yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Korban adalah warga biasa,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut situasi keamanan di Dogiyai saat ini sudah kembali kondusif dan masyarakat telah beraktivitas seperti biasa.

Ia juga meminta agar kasus tersebut diusut secara serius dan imparsial karena melibatkan penggunaan senjata oleh aparat negara terhadap warga sipil.

“Kasus ini perlu diadvokasi secara serius dan imparsial karena menggunakan alat negara yang mengenai warga sipil,” ujarnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022
Trending di Headline